Selasa, 21 Juli 2026

CDIO 2025 ARM di Batam Resmi Dibuka, Menteri Brian Yuliarto Tekankan Kerja Sama Vokasi Internasional

Sabtu, 23 Agustus 2025 10:21 WIB
CDIO 2025 ARM di Batam Resmi Dibuka, Menteri Brian Yuliarto Tekankan Kerja Sama Vokasi Internasional
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, memberikan sambutan saat meresmikan CDIO 2025 Asian Regional Meeting (ARM) di Politeknik Negeri Batam, Rabu (20/8/2025). (Dok/Diktisaintek)
Batam (buseronline.com) - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, meresmikan penyelenggaraan Conceive Design Implement Operate (CDIO) 2025 Asian Regional Meeting (ARM) di Politeknik Negeri Batam (Polibatam), Rabu.

Forum internasional yang mengusung tema “Navigating Technological Advancements: The Future of Higher Education” ini diikuti delegasi dari berbagai perguruan tinggi Asia. Acara tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat peran pendidikan tinggi vokasi Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.

“Pendekatan CDIO harus diterapkan bukan hanya di ruang kelas, tapi juga di dunia industri nyata. Universitas tidak boleh hanya berdiam di kampus. Dosen dan peneliti harus turun langsung ke industri, berdialog dengan CEO, dan memahami kebutuhan sesungguhnya,” tegas Menteri Brian dalam sambutannya.

Ia menambahkan, sejarah panjang inovasi di Indonesia harus dilanjutkan melalui fondasi yang lebih kokoh. Kehadiran CDIO 2025 ARM di Batam, yang dikenal sebagai salah satu pusat industri nasional, dinilai sebagai langkah strategis mempererat kolaborasi antara perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat.

Direktur Polibatam, Bambang Hendrawan, menyambut kepercayaan menjadi tuan rumah CDIO 2025 ARM sebagai sebuah kehormatan sekaligus tantangan. “Kami berharap forum ini bisa mendorong kolaborasi nyata untuk menghadirkan inovasi yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi,” ujar Bambang.

Rangkaian acara juga menampilkan International Project Based Learning (PBL) Expo yang memamerkan 196 karya inovasi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Inovasi tersebut mulai dari teknologi sederhana hingga prototipe industri, menjadi bukti nyata pembelajaran vokasi berbasis proyek.

Menteri Brian menyampaikan apresiasi atas karya-karya mahasiswa yang dinilai mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung. “Inilah esensi pendidikan vokasi, membekali keterampilan berbasis ilmu sekaligus menghasilkan solusi nyata bagi tantangan global,” katanya.

CDIO 2025 ARM yang terintegrasi dengan Teknovasi Polibatam Week 2025 diikuti peserta dari 13 negara. Ribuan mahasiswa, pelajar, serta mitra industri turut meramaikan forum ini, memperlihatkan antusiasme tinggi menjadikan pendidikan vokasi sebagai pusat inovasi berdaya saing.

Kegiatan yang berlangsung pada 18–21 Agustus 2025 ini menghadirkan sejumlah pembicara kunci internasional, diskusi tematik, hingga pameran inovasi. Penyelenggaraan CDIO 2025 ARM sekaligus menjadi implementasi kebijakan “Diktisaintek Berdampak”, yakni pendidikan vokasi yang memberi manfaat nyata bagi mahasiswa, industri, dan masyarakat.

Melalui forum ini, Indonesia menegaskan komitmennya untuk membangun pendidikan vokasi yang berdaya saing global, menghasilkan SDM unggul, serta mendorong inovasi berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan visi besar Indonesia Emas 2045 yang bukan sekadar cita-cita, tetapi harus diwujudkan melalui kerja nyata bersama. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
Tags
beritaTerkait
Petani Akui Program Pemerintah Tingkatkan Produktivitas dan Ketahanan Pangan
Kemendikdasmen Perkuat Mutu PAUD Lewat Sulingjar 2026
Ditpamobvit Baharkam Polri dan PT ABB Perkuat Sistem Pengamanan Objek Vital Nasional
Gubernur Sumut Janjikan Bantuan Kapal dan Perbaikan Jalan Saat Serap Aspirasi Warga Nias Barat
Pertamina Dukung Percepatan Pengelolaan Sampah Melalui Proyek PSEL di Kertamantul
Gubernur Sumut Perintahkan Penanganan Cepat Pasien Tumor Ganas di Nias Selatan
komentar
beritaTerbaru