Senin, 20 Juli 2026

Veteran di HUT ke-80 RI Jateng: Isi Kemerdekaan dengan Kesejahteraan Rakyat

Selasa, 19 Agustus 2025 12:10 WIB
Veteran di HUT ke-80 RI Jateng: Isi Kemerdekaan dengan Kesejahteraan Rakyat
Ketua DPD Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Jawa Tengah Kolonel (Purn) Zainal Choirul menghadiri Upacara HUT ke-80 RI di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Semarang, Minggu (17/8/2025). (Dok/Diskominfo Jateng)
Semarang (buseronline.com) - Upacara peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia di Provinsi Jawa Tengah berlangsung khidmat, Minggu. Bertempat di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Semarang, sejumlah veteran perang Timor Timur memberikan pesan agar pemimpin daerah menyejahterakan seluruh warga.

Pesan tersebut disampaikan Ketua DPD Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Jateng, Kolonel (Purn) Zainal Choirul. Ia menekankan bahwa generasi penerus harus melanjutkan perjuangan bangsa melalui kemampuan masing-masing, seperti pendidikan, teknologi, dan inovasi. Zainal juga mengingatkan pentingnya mewaspadai isu-isu negatif yang beredar di media sosial dan berpotensi memecah belah bangsa.

“Contohnya melalui pendidikan, teknologi, dan segala macamnya, dan harus mewaspadai juga isu-isu yang berkembang (di media sosial) yang tidak baik. Istilahnya, isu-isu yang untuk memecah belah bangsa kita ini. Ini yang harus kita perhatikan,” ujar Zainal, 75 tahun, yang terakhir bertugas di Markas Besar TNI.

Pada kesempatan itu, Zainal menitipkan pesan kepada Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, agar menunaikan amanat untuk menyejahterakan rakyat. Upaya tersebut meliputi penuntasan kemiskinan dan pengangguran, sehingga kemerdekaan dirasakan seluruh warga, baik di perkotaan maupun pedesaan.

“Harapannya kepada Pak Luthfi, supaya gubernur betul-betul melaksanakan amanah rakyat, sehingga bangsa ini bisa menjadi bangsa yang berdaulat,” tambahnya.

Zainal juga mengapresiasi pandangan Gubernur Jateng yang menyebut provinsi ini sebagai miniatur Indonesia, karena dapat menjadi teladan nasional dari segi keamanan dan kehidupan sosial.

Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan, prinsip persatuan, kesatuan, gotong royong, dan tepa selira menjadi nyawa Jawa Tengah. Dengan semangat tersebut, ketertiban dan keamanan provinsi terjaga, sekaligus memperkuat kedaulatan Republik Indonesia.

“Karena nyawanya Jawa Tengah itu adalah persatuan dan kesatuan yang di dalamnya ada gotong royong, tepa selira yang merupakan nyawa Jawa Tengah. Dan Jawa Tengah adalah miniatur Indonesia yang harus kita jaga sehingga ketertiban keamanan bisa terwujud,” ujar Luthfi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada Maret 2025 jumlah penduduk miskin di Jateng turun 29,65 ribu orang menjadi 3,367 juta jiwa (9,48 persen), turun 0,10 poin dibanding September 2024.

Untuk menurunkan tingkat pengangguran terbuka (TPT), Pemprov Jateng menyediakan berbagai balai latihan kerja (BLK) yang menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan industri, program pemagangan ke luar negeri, serta transmigrasi.

“Jawa Tengah harus mendukung program pemerintah terkait kedaulatan pangan, swasembada pangan, dan berdaulat ekonomi. Maka seluruh komponen masyarakat Jawa Tengah, setelah adanya ketertiban keamanan, membangun ekonomi yang berdaulat. Tentu berdaulat ekonomi adalah basisnya di desa,” pungkas Luthfi.

Dengan kolaborasi antara pemerintah, veteran, dan masyarakat, diharapkan HUT ke-80 RI menjadi momentum memperkuat kedaulatan, kesejahteraan, dan persatuan di Jawa Tengah. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Deschamps Akui Bertanggung Jawab atas Kekalahan Prancis dari Inggris
Pertamina Borong Tiga Penghargaan Internasional di SSOW Impact Awards AustralAsia 2026
KPK Tegaskan Pelaporan Gratifikasi Perkuat Pencegahan Korupsi
Michael Olise Pecahkan Rekor Pele, Ukir Sejarah Baru di Piala Dunia 2026
Inggris Kunci Juara Ketiga Piala Dunia 2026 Setelah Taklukkan Prancis 6-4
Jude Bellingham Pecahkan Rekor Gol Timnas Inggris di Piala Dunia 2026
komentar
beritaTerbaru