Selasa, 07 April 2026

9 Sekolah Rakyat Mulai Beroperasi di Jateng, Buka Akses Pendidikan bagi Anak Kurang Mampu

Rabu, 16 Juli 2025 12:25 WIB
9 Sekolah Rakyat Mulai Beroperasi di Jateng, Buka Akses Pendidikan bagi Anak Kurang Mampu
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berdialog hangat dengan siswa dan orang tua siswa saat meninjau asrama Sekolah Rakyat Menengah Atas 17 Surakarta dalam rangka pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin (14/7/2025). (Dok/Humas Jateng)
Surakarta (buseronline.com) - Sebanyak sembilan Sekolah Rakyat yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah resmi mulai beroperasi pada Senin. Terdiri dari enam Sekolah Rakyat Menengah Atas (SMA) dan tiga Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SMP), inisiatif ini menjadi salah satu langkah nyata pemerintah dalam membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Peresmian ditandai dengan pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Menengah Atas 17 Surakarta yang digelar di Gedung Sentra Terpadu Soeharso, Surakarta. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, hadir langsung untuk membuka kegiatan sekaligus menyampaikan pesan penting kepada siswa dan orang tua.

“Hari ini, tepat di gedung Sentra Terpadu Soeharso, sembilan sekolah rakyat di Jawa Tengah diresmikan. Ini adalah bukti hadirnya negara untuk menyejahterakan masyarakat,” kata Gubernur Luthfi.

Program ini menampung sedikitnya 850 siswa angkatan pertama yang berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, sebagaimana tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Sekolah rakyat ini menerapkan sistem boarding school atau sekolah berasrama, di mana seluruh siswa tinggal di asrama hingga lulus.

Namun demikian, Luthfi menegaskan bahwa orang tua tetap bisa bertemu dengan anak-anaknya setiap akhir pekan, yakni pada hari Sabtu dan Minggu.

Khusus di Sekolah Rakyat Menengah Atas 17 Surakarta, jumlah siswa angkatan pertama tercatat mencapai 200 anak, didampingi oleh sekitar 20 guru dan tenaga pendidik, serta 12 wali asuh atau pendamping asrama.

Usai menyapa para siswa dan orang tua, Gubernur Luthfi juga menyempatkan diri meninjau sejumlah fasilitas sekolah, mulai dari ruang pembelajaran, ruang guru, tempat makan, hingga asrama dan layanan kesehatan. Ia mengapresiasi tata kelola dan kesiapan infrastruktur sekolah yang dinilai sudah sangat baik.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat sejalan dengan visi besar Presiden RI, Prabowo Subianto, dalam mengentaskan kemiskinan melalui pendidikan.

“Provinsi Jawa Tengah juga menaruh perhatian serius terhadap pendidikan anak-anak dari keluarga miskin. Tahun ini, kami juga menjalankan program sekolah kemitraan dengan mengalokasikan pendidikan gratis bagi 5.004 siswa di SMA/SMK swasta mitra,” jelasnya.

Wali Kota Surakarta, Respati Achmad Ardianto, turut mendukung penuh keberadaan Sekolah Rakyat dan menyatakan bahwa Pemkot Surakarta akan memberikan fasilitas tambahan guna mendukung kenyamanan dan semangat belajar para siswa.

“Setiap tiga bulan sekali, kami akan memberikan tiket nonton konser atau acara hiburan gratis untuk siswa dan orang tua, juga akses gratis ke fasilitas olahraga di Kota Surakarta. Kita sengkuyung bareng agar program Sekolah Rakyat ini sukses. Angkatan pertama ini harus sukses, agar masyarakat tahu bahwa anak-anak di Sekolah Rakyat itu diperhatikan sungguh-sungguh,” ujar Respati.

Dengan diresmikannya sembilan Sekolah Rakyat ini, Jawa Tengah mengambil langkah strategis dalam menjadikan pendidikan sebagai sarana pemberdayaan sosial dan pengentasan kemiskinan secara sistemik. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Pertama di Indonesia, Sumut Luncurkan Sistem Pendaftaran Bisnis Berbasis SDGs
Menuju Swasembada Pangan, Jateng Terus Tancap Gas dengan Strategi Nyata
Dekranasda Jateng Gandeng Kemenlu untuk Dorong Promosi Produk Ekraf ke Pasar Global
Monaco Bungkam Marseille 2-1, Catat Tujuh Kemenangan Beruntun
Real Oviedo Raih Kemenangan Penting, Tundukkan Sevilla 1-0 di La Liga
Timnas Futsal Indonesia Bantai Brunei 7-0 di Laga Pembuka Piala AFF Futsal 2026
komentar
beritaTerbaru