Rabu, 27 Mei 2026

Forum JWG 2025: Indonesia dan Jepang Tingkatkan Sinergi Pendidikan Tinggi dan Riset

Selasa, 15 Juli 2025 10:15 WIB
Forum JWG 2025: Indonesia dan Jepang Tingkatkan Sinergi Pendidikan Tinggi dan Riset
Para peserta berfoto bersama dalam pembukaan The 6th Joint Working Group (JWG) Japan Indonesia Rectors’ Conference di Universitas Hasanuddin, Makassar, Kamis (10/7/2025). (Dok/Diktisaintek)
Makassar (buseronline.com) - Indonesia dan Jepang kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat kerja sama strategis di bidang pendidikan tinggi, riset, dan teknologi melalui forum The 6th Joint Working Group (JWG) Japan-Indonesia Rectors’ Conference yang digelar di Unhas Hotel Convention, Universitas Hasanuddin, Makassar, Kamis.

Forum bilateral ini diselenggarakan untuk memperluas jejaring akademik, memperkuat kolaborasi riset, dan mencari solusi bersama atas tantangan global melalui kerja sama berkelanjutan.

Mengangkat tema “Strengthening Cooperation in Facing Global Uncertainties”, pertemuan ini menyoroti pentingnya kolaborasi internasional dalam menghadapi dinamika global yang semakin kompleks dengan pendekatan berbasis pendidikan, inovasi, dan pengembangan sains.

Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), I Ketut Adnyana, menyampaikan bahwa forum ini menjadi tonggak penting dalam membangun kerja sama pendidikan tinggi Indonesia-Jepang yang lebih bermakna dan berdampak.

“Forum JWG bukan sekadar ruang pertemuan antarperguruan tinggi, tetapi juga ajang memperkuat arah kolaborasi internasional yang berkelanjutan. Kami meyakini kolaborasi dengan Jepang adalah komponen vital dalam keberlanjutan misi ini,” ujar Ketut.

Ia juga menegaskan komitmen pemerintah Indonesia untuk terus melanjutkan langkah-langkah strategis dalam penguatan pendidikan tinggi berbasis dampak nyata kepada masyarakat.

“Kemdiktisaintek terus melanjutkan program-program strategis dengan semangat Diktisaintek Berdampak. Forum ini memperkuat fondasi kerja sama bilateral dan membuka peluang kolaborasi jangka panjang yang berdampak,” tegasnya.

Wakil Menteri Senior Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Sains, dan Teknologi Jepang, Yano Kazuhiko, turut mengapresiasi eratnya hubungan kedua negara dalam bidang pendidikan. Ia menyebut forum JWG sebagai kesempatan penting dalam membahas masa depan pendidikan dan riset bersama.

“Merupakan kehormatan besar bagi saya untuk berdiskusi mengenai masa depan pendidikan dalam forum ini. Saya percaya kolaborasi yang telah dibangun akan memberi kontribusi signifikan dalam pengembangan sumber daya manusia serta jaringan akademik antar kawasan,” katanya.

Dalam pidatonya, Yano juga mengutip peribahasa Indonesia sebagai simbol kemitraan yang terus berkembang.

“Seperti peribahasa Indonesia, sedikit-sedikit, lama-lama menjadi bukit, kolaborasi pelajar dan riset secara konsisten akan membentuk fondasi yang kuat. Mari kita lanjutkan kerja sama ini untuk menjelajahi lebih banyak potensi kolaborasi pendidikan dan riset,” ucapnya.

Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Masaki Yasushi, menambahkan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi kedua negara telah berlangsung melalui program pertukaran mahasiswa dan dosen. Ia berharap partisipasi dan keterlibatan aktor-aktor akademik akan semakin luas ke depan.

“Melalui forum ini, saya berharap akan lebih banyak universitas, dosen, dan mahasiswa dari kedua negara yang terlibat aktif. Inilah fondasi untuk memperkuat hubungan jangka panjang antara Jepang dan Indonesia,” ungkapnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Hasanuddin, Prof Dr Jamaluddin Jompa, menyatakan bahwa forum ini menjadi bentuk diplomasi ilmiah yang sangat strategis, terutama dalam menghadapi tantangan global dan membangun masa depan kawasan Indo-Pasifik.

“Kolaborasi riset merupakan modal penting bagi masa depan kawasan yang damai dan terbuka. Kita perlu menyiapkan manusia unggul yang mampu memanfaatkan transformasi teknologi demi masa depan yang lebih baik,” jelasnya.

Forum JWG ke-6 ini menjadi momentum penting untuk memperluas inisiatif kolaboratif, mempererat jejaring antarperguruan tinggi, serta memperkuat kerja sama bilateral antara Indonesia dan Jepang di bidang pendidikan tinggi dan riset.

Melalui forum ini, diharapkan lahir berbagai program bersama yang berdampak nyata bagi masyarakat dan generasi masa depan, serta mampu menjawab tantangan global dengan pendekatan kolaboratif dan berkelanjutan. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
PKK Jateng Dorong Penguatan Ekonomi Keluarga Lewat Program Kapulaga
Pamekasan Pecahkan Rekor MURI SAIH, Mendikdasmen Ajak Wujudkan Generasi Emas 2045
Indonesia Percepat Transformasi Pengendalian Kanker Lewat Deteksi Dini dan Kolaborasi Global
SC Paderborn 07 Promosi ke Bundesliga, VfL Wolfsburg Terdegradasi Setelah 29 Musim
FIFA dan PSSI Gelar Kampanye “Be Active” untuk Dorong Gaya Hidup Sehat Anak
Pertamina Perkuat Transformasi Digital Berbasis AI, Targetkan EBITDA US$300 Juta pada 2027
komentar
beritaTerbaru