Selasa, 21 Juli 2026

MPLS 2025/2026 di Jabar Libatkan TNI-Polri dan Diperkuat Program Karakter "Gapura Panca Waluya"

Minggu, 13 Juli 2025 10:07 WIB
MPLS 2025/2026 di Jabar Libatkan TNI-Polri dan Diperkuat Program Karakter
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menyampaikan arahan dalam Rapat Koordinasi MPLS dan Program Gapura Panca Waluya di Aula Dewi Sartika, Kantor Dinas Pendidikan Jabar, Kamis (10/7/2025).
Bandung (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) akan menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2025/2026 secara terpadu di seluruh SMA, SMK, dan SLB, dengan mengintegrasikan program pendidikan karakter Gapura Panca Waluya.

Program ini bertujuan membentuk karakter siswa yang cageur, bageur, bener, pinter, singer, sehat, baik hati, saleh, cerdas, dan berinisiatif.

Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Jabar Herman Suryatman usai menghadiri Rapat Koordinasi MPLS dan sinergi program karakter Gapura Panca Waluya di Aula Dewi Sartika, Kantor Dinas Pendidikan Jabar, Kamis.

“MPLS tahun ini bukan sekadar masa orientasi biasa, tapi menjadi magic moment yang akan menanamkan nilai-nilai karakter kuat bagi siswa sejak hari pertama sekolah,” ujar Herman.

MPLS akan dilaksanakan selama lima hari, mulai 14 Juli 2025, dan akan melibatkan personel TNI dan Polri. Kehadiran mereka ditujukan untuk menanamkan kedisiplinan, semangat bela negara, serta wawasan kebangsaan secara menyeluruh.

“Kami sudah konsolidasi dengan TNI dan Polri. Nantinya, setiap sekolah akan melibatkan dua hingga tiga personel untuk memberikan motivasi, inspirasi, dan pendampingan kepada siswa,” jelasnya.

Herman menekankan bahwa meskipun durasi MPLS hanya lima hari, jika pelaksanaan efektif, nilai-nilai kebangsaan dan semangat membangun karakter akan membekas di hati para siswa.

Selain MPLS, Pemprov Jabar juga menegaskan penerapan kebijakan jam masuk sekolah pukul 06.30 WIB, sebagaimana arahan Gubernur Jawa Barat, KDM. Kebijakan ini akan diberlakukan di seluruh SMA, SMK, dan SLB yang menjadi kewenangan provinsi.

“Kami pastikan kebijakan ini berjalan di seluruh sekolah menengah tingkat provinsi. Untuk SD dan SMP yang menjadi kewenangan kabupaten/kota, kami akan koordinasikan dengan para sekda dan dinas pendidikan daerah,” tutur Herman.

Sinergi MPLS dengan Gapura Panca Waluya serta kedisiplinan melalui keterlibatan TNI/Polri dinilai sebagai langkah strategis Pemprov Jabar dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga tangguh secara karakter dan siap menghadapi masa depan. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Pemerintah Percepat Pengembangan Kendaraan Listrik, Siapkan Pabrik Motor Listrik Nasional
PWI Sumut Laporkan Hotman Paris ke Polda Sumut atas Dugaan Penghinaan Profesi Wartawan
Presiden Prabowo: Koperasi Desa Merah Putih Jadi Instrumen Strategis Perkuat Ekonomi Desa
Kapolres Samosir Tegaskan Perang terhadap Narkoba, Illegal Logging dan Judi
Pemkab Garut Gandeng UPI Latih 400 Guru Tingkatkan Kompetensi Literasi dan Numerasi
Tiga Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pembiayaan PT PPA Ditahan
komentar
beritaTerbaru