Selasa, 21 Juli 2026

Do-Land Festival Meriahkan Hari Anak Nasional Jawa Tengah di Borobudur

Minggu, 13 Juli 2025 07:22 WIB
Do-Land Festival Meriahkan Hari Anak Nasional Jawa Tengah di Borobudur
Menteri PPPA RI Arifah Fauzi bersama Sekda Provinsi Jawa Tengah Sumarno dan Bupati Magelang Grengseng Pamuji mengikuti senam bersama anak-anak dalam rangka pembukaan Do-Land Festival di Kompleks Candi Borobudur, Sabtu (12/7/2025).
Magelang (buseronline.com) - Semarak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2025 dipusatkan di Kompleks Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Sabtu.

Dalam kegiatan yang mengusung tema Do-Land Festival ini, sejumlah permainan tradisional khas Jawa Tengah seperti otok-otok, dakon, hingga prosesi tedak siten kembali dihidupkan dan dimainkan bersama anak-anak.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia, Arifah Fauzi turut hadir dan antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Bersama Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno, Bupati Magelang Grengseng Pamuji, serta Ketua Forum Anak Jawa Tengah Prajnaputra Piyakusuma, Menteri Arifah secara simbolis membuka festival dengan memutar mainan otok-otok di atas panggung.

Tak canggung, Menteri Arifah juga duduk lesehan di arena permainan dakon bersama anak-anak peserta festival. Ia mengungkapkan kebahagiaannya karena permainan masa kecilnya kembali dikenalkan kepada generasi sekarang.

“Do-Land Festival ini merupakan upaya untuk mengingatkan bahwa Indonesia sangat kaya akan permainan tradisional. Dengan kegiatan ini, kita ingin mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai dan menghidupkan kembali nilai-nilai budaya lokal,” kata Arifah.

Ia juga menekankan pentingnya kegiatan yang mendorong anak untuk berinteraksi sosial, menyanyikan lagu daerah, lagu nasional, serta mendengarkan dongeng-dongeng kepahlawanan sebagai sarana pendidikan karakter.

“Dalam rangka peringatan HAN, kita ingin memperkuat nilai bahwa anak Indonesia adalah satu keluarga besar. Ini akan terus kita dorong di seluruh wilayah,” tambahnya.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno menyampaikan bahwa kebahagiaan anak harus menjadi perhatian utama semua pihak. Ia menegaskan, anak-anak berhak untuk tumbuh, belajar, dan bermain dalam lingkungan yang aman dan mendukung.

“Mereka memang punya kewajiban untuk belajar dengan rajin, tapi juga butuh perhatian dan perlindungan dari orang tua, masyarakat, dan pemerintah,” tegasnya.

Sumarno menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen untuk terus mendengarkan suara anak-anak dalam proses perencanaan pembangunan, dan memastikan setiap kebijakan ramah anak.

Ketua Forum Anak Jawa Tengah, Prajnaputra Piyakusuma, turut menyampaikan kegelisahan anak-anak Indonesia terhadap maraknya kekerasan, baik secara daring maupun luring.

“Perkembangan gadget juga membawa dampak negatif, seperti pornografi dan pelecehan seksual terhadap anak. Ini menjadi keresahan kami sebagai anak-anak,” ujarnya.

Prajnaputra mengapresiasi langkah Pemprov Jateng yang terus memfasilitasi pembentukan forum anak sebagai wadah partisipasi anak dalam menyuarakan hak dan pendapat mereka.

“Kami berharap, dinas dan instansi pemerintah dapat terus melibatkan anak dalam setiap keputusan yang berdampak bagi kami. Karena kamilah yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa ini ke depan,” tutupnya.

Kegiatan Do-Land Festival ini menjadi bukti bahwa permainan tradisional tak sekadar hiburan, tetapi juga bagian dari pendidikan karakter dan pelestarian budaya untuk generasi penerus bangsa. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Kementan dan IFAD Nilai Garut Berhasil Kembangkan Komoditas Kentang Lewat Program UPLAND
Disdik Kabupaten Bekasi Gelar Gema Tunas 2026, Perkuat Karakter dan Kepemimpinan Warga Belajar
Pemkab Bekasi Peringati Harkopnas Ke-79, Dorong Penguatan Koperasi sebagai Pilar Ekonomi Rakyat
Tiga Anggota KKB Tewas dalam Operasi Damai Cartenz di Yahukimo
Kemenkes Tarik Investasi Takeda, Perkuat Hilirisasi Industri Kesehatan Nasional
RUU Pusat Finansial Internasional Indonesia Disepakati Lanjut ke Paripurna DPR
komentar
beritaTerbaru