Saint Petersburg (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia melakukan kunjungan resmi ke Saint Petersburg Mining University (SPMU), Federasi Rusia, pada Selasa.
Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya strategis Indonesia dalam memperkuat kerja sama bilateral di bidang pendidikan tinggi, riset mineral, dan teknologi pertambangan.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, yang memimpin delegasi, menegaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bentuk nyata diplomasi pendidikan tinggi Indonesia untuk membangun kemitraan global yang produktif dan berkelanjutan.
“Kunjungan ini menandai komitmen Indonesia dalam memperkuat diplomasi pendidikan tinggi dan membangun kemitraan global,” ujar Menteri Brian.
Didampingi oleh Wakil Rektor Bidang Aktivitas Internasional SPMU, Evgeniy A Lyubin, Menteri Brian meninjau sejumlah fasilitas unggulan di kampus, termasuk laboratorium riset dan pusat inovasi teknologi pertambangan. Dalam kesempatan tersebut, pihak SPMU menyatakan kesiapannya untuk menjalin kolaborasi konkret dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
“SPMU sangat terbuka untuk berkolaborasi. Kami melihat potensi besar untuk membangun kemitraan strategis dengan universitas-universitas di Indonesia, khususnya dalam bidang riset mineral dan teknologi pertambangan,” ujar Evgeniy.
Selain melakukan peninjauan fasilitas, Menteri Brian juga mengadakan pertemuan informal bersama mahasiswa Indonesia yang tengah menempuh studi di SPMU. Pertemuan ini menjadi ajang diskusi ringan sekaligus menyerap aspirasi mahasiswa mengenai penguatan kerja sama pendidikan Indonesia–Rusia.
Puncak dari kunjungan ini adalah pertemuan bilateral antara Menteri Brian dengan Rektor SPMU, Prof Vladimir Stefanovich Litvinenko. Dalam pertemuan tersebut, dibahas berbagai inisiatif kerja sama strategis, di antaranya penjajakan program joint research di bidang pertambangan dan hilirisasi logam tanah jarang (rare earth elements/REE), program pertukaran dosen melalui skema visiting professor, serta peningkatan kapasitas akademik melalui kolaborasi antar institusi.
“Program joint research dalam bidang pertambangan sangat menarik, mengingat potensi mineral Indonesia yang sangat besar. Kami siap untuk datang ke Indonesia dan membahas langkah konkret untuk mewujudkan kolaborasi strategis ini,” ungkap Rektor Vladimir.
Sebagai bagian dari rangkaian kunjungan, Menteri Brian juga menyempatkan diri mengunjungi Museum Sejarah Pertambangan milik SPMU. Museum ini menyimpan berbagai koleksi dan catatan penting perkembangan teknologi pertambangan sejak abad ke-18, sekaligus mencerminkan kontribusi historis SPMU terhadap perkembangan ilmu kebumian dunia.
Kunjungan ini menghasilkan kesepakatan awal antara kedua institusi untuk menjajaki bentuk kerja sama konkret, dengan rencana penyelenggaraan pertemuan lanjutan guna memfinalisasi bentuk kolaborasi yang dapat segera diimplementasikan.
Dalam seluruh rangkaian kunjungan, Menteri Brian turut didampingi oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Indonesia (Atdikbud KBRI) Moskow, Khairul, yang juga berperan aktif dalam memfasilitasi komunikasi antara pihak Indonesia dan Rusia.
Langkah ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi penguatan kerja sama pendidikan tinggi Indonesia–Rusia yang saling menguntungkan, serta membuka peluang baru dalam pengembangan riset dan inovasi di sektor strategis nasional. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
komentar