Sabtu, 11 Juli 2026

Tracer Study SMK 2024: Kemendikdasmen Tingkatkan Evaluasi Kinerja Lulusan

Selasa, 10 Desember 2024 09:32 WIB
Tracer Study SMK 2024: Kemendikdasmen Tingkatkan Evaluasi Kinerja Lulusan
Direktur Mitras DUDI, Adi Nuryanto, menyampaikan pentingnya tracer study dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi pada Rapat Koordinasi Penelusuran Lulusan SMK 2024 di Jakarta, Jumat (6/12/2024). (Dok/Kemendikdasmen) 
Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri (Mitras DUDI), Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi menyelenggarakan Rapat Koordinasi Kelompok Kerja Nasional Penelusuran Lulusan SMK Tahun 2024. Acara ini berlangsung selama tiga hari, dari 4 hingga 6 Desember 2024, di Jakarta.

Direktur Mitras DUDI, Adi Nuryanto menekankan pentingnya tracer study atau penelusuran lulusan sebagai alat evaluasi kebijakan pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi.

“Penelusuran lulusan ini bertujuan untuk mengukur kinerja pendidikan vokasi, terutama dalam melihat dampaknya pada tiga aspek utama: bekerja, melanjutkan studi, atau berwirausaha,” ujar Adi dalam sambutannya, Jumat.

Partisipasi SMK Meningkat Tajam
Adi mengungkapkan bahwa partisipasi SMK dalam tracer study terus meningkat signifikan setiap tahunnya.

Pada tahun 2022, partisipasi mencapai 66,68%, kemudian naik menjadi 83,80% pada tahun 2023, dan pada tahun 2024 telah mencapai 95,88%. "Ini adalah hasil kerja keras dan kolaborasi kita semua," ucapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kelompok Kerja (Pokja) Penelusuran Lulusan SMK dari Dinas Pendidikan Provinsi dan Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) atas dedikasi mereka.

Manfaat Data untuk Kebijakan Pendidikan
Hasil tracer study digunakan untuk mendukung berbagai kebutuhan, termasuk rapor pendidikan SMK, pengembangan program penjaminan mutu, dan analisis kebijakan pendidikan. Adi mencontohkan bahwa data tahun 2023 telah digunakan untuk memetakan mobilitas lulusan SMK di dunia kerja.

Senada dengan hal itu, Ketua Tim Penyelarasan Vokasi, Sulistio Mukti Cahyono, menegaskan pentingnya pemanfaatan data tracer study dalam pengembangan SMK ke depan.

"Data ini memberikan gambaran lengkap dari sisi outcome, sehingga dapat digunakan secara optimal untuk meningkatkan kualitas SMK," ujarnya.

Hadir Berbagai Pemangku Kepentingan
Rapat koordinasi ini dihadiri oleh perwakilan dari Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Direktorat SMK, Dinas Pendidikan Provinsi, BBPPMPV dari seluruh Indonesia, Tim Akademisi Universitas Negeri Yogyakarta, serta Tim Pengembang Platform Penelusuran Lulusan SMK.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kualitas data tracer study dan kolaborasi antar pihak terus meningkat, demi mewujudkan pendidikan vokasi yang adaptif, relevan, dan berdaya saing tinggi. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Taput Jadi Pelopor Digitalisasi Bansos, Luhut Tinjau Langsung Program Perlinsos Digital di Siborong-borong
Menkes Targetkan Temukan 37 Ribu Kasus Kusta untuk Percepat Eliminasi Nasional
Pemprov Jateng Pastikan APBD dan Program Pembangunan Berdampak Nyata bagi Masyarakat
Tas Karakter Bright Gas Viral di Jakarta Fair 2026, Dongkrak UMKM dan Serap Tenaga Kerja
Pendaftaran TKA dan Asesmen Nasional 2026 Dimajukan, Sekolah Diminta Segera Perbarui Data Siswa
Bandung dan Pekanbaru Sepakati Kerja Sama Penguatan Pelayanan Publik dan Peningkatan PAD
komentar
beritaTerbaru