Sabtu, 24 Oktober 2026

Seni Gambuh di GSVI 2024: Pelestarian Budaya dan Kebhinekaan

Sabtu, 05 Oktober 2024 10:13 WIB
Seni Gambuh di GSVI 2024: Pelestarian Budaya dan Kebhinekaan
Sendratari Gambuh Masutasoma tampil menghibur delegasi Gateways Study Visit Indonesia (GSVI) 2024 di Bali, Kamis (3/10/2024). (Dok/Kemendikbudristek)
Bali (buseronline.com) - Kemendikbudristek menampilkan pertunjukan seni tradisional Gambuh dalam acara Gateways Study Visit Indonesia (GSVI), Kamis.

Acara ini menjadi wujud komitmen pemerintah untuk memperkuat pelestarian budaya di tengah arus digitalisasi yang mengancam keberlanjutan tradisi.

Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU), Itje Chodidjah, menyampaikan keyakinan bahwa langkah-langkah kecil dalam melestarikan budaya lokal memiliki dampak besar bagi jati diri bangsa. Ia berharap acara ini dapat menginspirasi generasi muda untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia ke dunia.

Pertunjukan Gambuh Masutasoma, yang diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO pada tahun 2015, dipentaskan oleh Yayasan Bumi Bajra Sandhi. Pertunjukan ini tidak hanya menampilkan keindahan seni, tetapi juga menyampaikan pesan mengenai keberagaman melalui partisipasi penari dari berbagai latar belakang, termasuk penyandang disabilitas.

Ketua Komunitas Bumi Bajra, Ida Made Dwipayana, menegaskan bahwa Gambuh lebih dari sekadar seni pertunjukan; ia merupakan bentuk kebijaksanaan tradisional yang relevan hingga saat ini. Koreografer Ida Ayu Wayan Arya Satyani menambahkan bahwa cinta kasih menjadi dasar utama dalam ajaran regenerasi budaya.

Salah satu penari, Alfad dari Aceh, berbagi pengalamannya. “Bergabung dalam pertunjukan ini memberi saya kesempatan untuk mempelajari beragam budaya baru. Kami menggabungkan elemen budaya Bali, NTT, dan Aceh dalam pertunjukan ini, yang diharapkan dapat terus melestarikan kesenian kita,” ujarnya.

Melalui pertunjukan Gambuh Masutasoma, Kemendikbudristek mengajak masyarakat untuk aktif mendukung regenerasi seni budaya Nusantara. Partisipasi dalam program-program literasi budaya yang diinisiasi pemerintah dianggap kunci bagi keberlangsungan tradisi luhur bangsa. Informasi lebih lanjut mengenai program-program budaya lainnya dapat diakses melalui laman resmi Kemendikbudristek. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Prof Muryanto Amin Pimpin ICMI Sumut Periode 2026-2031, Arif Satria Tekankan Kontribusi Cendekiawan
Pemkab Toba Gelar Marpangir 2026, Lestarikan Budaya Batak dan Dorong Wisata Danau Toba
Polri Gagalkan Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin Senilai Rp3,48 Triliun di Perairan Asahan
Bareskrim Bongkar Penyalahgunaan LPG Subsidi di Sidoarjo, 1.820 Tabung Disita
Beasiswa Santri Jateng Buka Jalan Khafidz Kuliah di China dan Aisyi di Mesir
Pemprov Sumut Ajak ASN Bijak Berinvestasi dan Kelola Keuangan untuk Masa Depan
komentar
beritaTerbaru