Moskow (buseronline.com) - Bahasa Indonesia semakin mendapat perhatian di dunia internasional. Dilansir dari laman Kemendikdasmen, di Rusia, sebanyak 149 orang tercatat mengikuti program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) yang diselenggarakan melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Moskow.
Perkembangan tersebut mengemuka dalam Kongres
Bahasa Indonesia di Higher School of Economics University (HSE University),
Moskow, pada 28 Oktober 2026. Kegiatan ini dihadiri sekitar 140 peserta yang terdiri atas mahasiswa, akademisi, pengajar, dan Indonesianis.
Kongres bertema "Bahasa Indonesia di Pentas Global: Tantangan, Peluang, dan Masa Depan" tersebut menjadi bagian dari upaya Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat posisi bahasa Indonesia di tingkat internasional.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, mengatakan bahwa penginternasionalan bahasa Indonesia tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah warga asing yang mempelajarinya, tetapi juga memperluas penggunaan bahasa Indonesia dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, diplomasi, perdagangan, dan kebudayaan.
"Penginternasionalan bahasa Indonesia bukan semata-mata upaya menambah jumlah orang yang mempelajari bahasa Indonesia, melainkan juga sebagai upaya meningkatkan fungsi, martabat, dan daya guna bahasa Indonesia dalam kehidupan masyarakat global," ujar Atip.
Ia menjelaskan, pengakuan bahasa Indonesia sebagai salah satu bahasa resmi Sidang Umum UNESCO pada 20 November 2023 menjadi momentum penting untuk memperluas peran bahasa Indonesia di dunia.
Pemerintah telah menyusun Peta Jalan Penginternasionalan Bahasa Indonesia 2025-2045. Hasilnya, Indeks Penginternasionalan Bahasa Indonesia (IPBI) meningkat dari 51,44 pada 2024 menjadi 52,99 pada 2025. Angka tersebut ditargetkan mencapai 55,87 pada 2029.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperluas program BIPA. Hingga Oktober 2026, program tersebut telah menjangkau 62 negara melalui 520 lembaga penyelenggara dengan jumlah pemelajar aktif lebih dari 234.000 orang.
Atip menilai Rusia memiliki potensi besar sebagai mitra strategis dalam pengembangan bahasa Indonesia. Tradisi akademik Rusia dalam bidang bahasa, sastra, dan budaya dinilai dapat menjadi peluang untuk memperkuat kerja sama melalui pertukaran mahasiswa, riset bersama, pengembangan BIPA, hingga penerjemahan karya sastra.
"
Bahasa Indonesia adalah identitas bangsa Indonesia, tetapi bahasa Indonesia juga merupakan jembatan persahabatan bagi masyarakat dunia," katanya.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia, Jose Tavares, mengungkapkan bahwa pembelajaran bahasa Indonesia di Rusia telah berlangsung sejak akhir 1950-an melalui Universitas Negeri Moskow. Saat ini, bahasa Indonesia juga diajarkan di HSE University.
Namun, pengembangan pembelajaran bahasa Indonesia di
Rusia masih menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya keterbatasan tenaga pengajar, minimnya bahan ajar yang disesuaikan dengan penutur bahasa
Rusia, serta keberlanjutan program pembelajaran.
Jose berharap kongres tersebut dapat menghasilkan rekomendasi konkret untuk mengatasi berbagai kendala sekaligus memperluas jaringan Indonesianis di Rusia dan Belarus.
beritaTerkait
komentar