Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI bekerja sama dengan Garuda TV dan Educourse menggelar kompetisi kuis nasional bertajuk Juara Kelas Indonesia.
Dilansir dari laman
Kemendikdasmen, program ini bertujuan meningkatkan kemampuan literasi, numerasi, berpikir kritis, serta membangun karakter siswa melalui kegiatan pembelajaran yang edukatif dan menyenangkan.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Fajar Riza Ul Haq mengapresiasi penyelenggaraan kompetisi tersebut karena menggabungkan unsur pendidikan, kompetisi, dan rekreasi.
Menurutnya, pendekatan ini sejalan dengan semangat pembelajaran mendalam yang tidak hanya menitikberatkan pada penguasaan materi, tetapi juga pengembangan kemampuan komunikasi dan berpikir kritis.
"Kami berharap siswa yang berpartisipasi dalam kompetisi ini akan melek huruf, terampil dalam numerasi, dan memiliki karakter yang kuat. Saya percaya itu adalah tiga kunci sukses bagi siswa yang berpartisipasi dalam kegiatan Juara Kelas Indonesia ini," kata Fajar di Jakarta, pada 21 Oktober 2026.
Ia juga mengingatkan para peserta agar mengikuti kompetisi dengan menjunjung tinggi kejujuran dan tetap menikmati proses pembelajaran. Semangat tersebut sejalan dengan slogan Tes Kemampuan Akademik (TKA), yakni Jujur dan Gembira.
Fajar menegaskan, keberhasilan mencapai tingkat nasional merupakan prestasi yang patut dibanggakan, terlepas dari hasil akhir kompetisi. "Saya harap kalian semua mengikuti kompetisi ini dengan jujur dan gembira. Apa pun hasilnya, kalian telah mencapai tingkat nasional. Pada intinya, kalian adalah juara," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Sekolah Dasar, Moch. Salim Somad, mengatakan penguatan literasi, numerasi, dan pendidikan karakter perlu dilaksanakan secara merata dan efektif.
Ketiga aspek tersebut merupakan fondasi penting untuk membantu siswa berpikir kritis, memecahkan masalah, dan berkembang menjadi individu yang kompeten.
Menurut Salim, kompetisi Juara Kelas Indonesia telah melalui serangkaian tahapan seleksi yang melibatkan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Dari total 8.822 pendaftar, sebanyak 7.292 peserta lolos proses verifikasi dan validasi oleh unit pelaksana teknis (UPT) Kemendikdasmen.
Seleksi dilanjutkan melalui tes berbasis komputer atau Computer-Based Test (CBT), yang menghasilkan 150 sekolah perwakilan dari 38 provinsi.
Selanjutnya, kompetisi memasuki tahap regional yang diselenggarakan di 10 lokasi. Dari tahapan tersebut, sebanyak 10 sekolah terpilih untuk mengikuti babak nasional.
Salim berpesan agar para peserta tidak hanya berfokus pada kemenangan, tetapi juga memanfaatkan kompetisi sebagai kesempatan untuk memperluas pertemanan, mengenal keragaman budaya, dan memperoleh pengalaman belajar yang berharga.
Ia berharap kegiatan ini dapat membentuk generasi muda yang berprestasi, cerdas, berwawasan luas, serta mampu bersaing di tingkat regional, nasional, hingga internasional.
Di sisi lain, Direktur Utama
Garuda TV, Fahmi Muhamad Anwari, menyampaikan bahwa pendidikan merupakan investasi penting bagi masa depan bangsa.
beritaTerkait
komentar