Riset USU Ungkap Potensi Daun Bosi-bosi untuk Menghambat Sel Kanker Payudara
Medan (buseronline.com) Universitas Sumatera Utara (USU) mengungkap potensi tanaman obat lokal Bosibosi (Timonius flavescens) asal Tapanu
Pendidikan satu jam lalu
Medan (buseronline.com) - Universitas Sumatera Utara (USU) mengungkap potensi tanaman obat lokal Bosi-bosi (Timonius flavescens) asal Tapanuli Utara, Sumatera Utara, melalui penelitian berbasis teknologi ekstraksi ramah lingkungan dan pengujian aktivitas antikanker di laboratorium.
Pengujian awal juga menunjukkan aktivitas antioksidan serta indikasi penghambatan pertumbuhan dan pemicu kematian sel kanker payudara. Informasi penelitian itu disampaikan melalui siaran pers USU di Medan, Senin (26/10/2026).
Berangkat dari pengetahuan tradisional tersebut, Fauzan bersama timnya melakukan penelitian untuk mengidentifikasi kandungan kimia daun Bosi-bosi sekaligus mengeksplorasi potensi aktivitas biologisnya, termasuk terhadap sel kanker payudara.
Penelitian yang dimulai pada 2023 itu didanai melalui skema EQUITY Project LPDP yang dikelola USU.
Salah satu metode yang digunakan adalah Natural Deep Eutectic Solvent (NADES), yakni sistem pelarut yang dibuat dari kombinasi kolin klorida, D-glukosa, dan air.
Tim juga menerapkan metode statistik Central Composite Design (CCD) berbasis Response Surface Methodology (RSM) untuk mengoptimalkan formulasi pelarut. Proses ekstraksi dipadukan dengan teknologi gelombang ultrasonik melalui metode Ultrasound-Assisted Extraction (UAE).
Karakteristik ekstrak kemudian dianalisis menggunakan instrumen FTIR dan TEM. Selanjutnya, identifikasi senyawa bioaktif dilakukan menggunakan teknologi Liquid Chromatography-High Resolution Mass Spectrometry (LC-HRMS) dengan fasilitasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Tim peneliti kemudian menguji ekstrak daun Bosi-bosi terhadap tiga lini sel kanker payudara menggunakan metode MTT assay untuk mengevaluasi efek sitotoksiknya.
Hasil penelitian menunjukkan adanya indikasi dua mekanisme utama, yakni penghentian siklus sel pada fase G0-G1 atau G0-G1 cell cycle arrest serta induksi apoptosis, yaitu proses kematian sel secara terprogram.
Sementara itu, pada mekanisme apoptosis, pengujian menunjukkan peningkatan kematian sel pada fase awal dan fase lanjut. Respons tersebut dikaitkan dengan peningkatan ekspresi protein p53 yang berperan dalam pengendalian siklus sel dan respons terhadap kerusakan sel.
Meski demikian, hasil pengujian tersebut masih merupakan temuan awal di laboratorium. Aktivitas ekstrak terhadap sel kanker dalam kondisi in vitro belum membuktikan efektivitasnya sebagai obat kanker pada manusia.
Pengujian dilakukan menggunakan dosis tunggal ekstrak hingga 2.000 dan 5.000 miligram per kilogram berat badan. Hewan uji kemudian diamati selama 14 hari.
Pemeriksaan histopatologi pada organ jantung dan ginjal juga menunjukkan struktur jaringan yang utuh berdasarkan pengamatan penelitian.
Penelitian ini melibatkan kolaborasi sejumlah peneliti dari berbagai perguruan tinggi, di antaranya Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Kesehatan Helvetia Medan, Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN) Jakarta, serta sejumlah fakultas di lingkungan USU.
Pengujian sel kanker dilakukan dengan memanfaatkan fasilitas laboratorium kultur sel di UGM. Sementara itu, pengujian toksisitas dan preparasi sampel dilaksanakan di USU.
Fauzan menegaskan bahwa penelitian daun Bosi-bosi masih berada pada tahap studi pendahuluan. Tim belum menghasilkan produk obat dalam kemasan karena ekstrak yang dibuat masih digunakan untuk pengujian aktivitas biologis dan toksisitas.
"Kami berharap penelitian ini bisa dilanjutkan ke tahap standardisasi formula agar mutu, khasiat, dan keamanannya konsisten. Kami juga perlu melakukan uji toksisitas subkronis sebelum melangkah ke ranah hilirisasi," paparnya.
Riset ini menjadi salah satu upaya USU mengeksplorasi kekayaan hayati Sumatera Utara melalui pendekatan sains modern. Kendati hasil awalnya menunjukkan potensi biologis, penelitian lanjutan tetap diperlukan sebelum daun Bosi-bosi dapat dinilai layak digunakan sebagai terapi pada manusia.
Medan (buseronline.com) Universitas Sumatera Utara (USU) mengungkap potensi tanaman obat lokal Bosibosi (Timonius flavescens) asal Tapanu
Pendidikan satu jam lalu
Balige (buseronline.com) Bupati Toba, Effendi Sintong P Napitupulu, menyambut kunjungan delegasi Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP)
Ekonomi 2 jam lalu
Bogor (buseronline.com) Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI) Marsekal TNI (
Pendidikan 2 jam lalu
Jakarta (buseronline.com) PT Pertamina (Persero) menerima kunjungan delegasi Princeton University, Amerika Serikat, di Orchestration Cente
Pendidikan 2 jam lalu
Pidie (buseronline.com) Aparat gabungan Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Bea Cukai mengungkap laboratorium gelap pembuatan sabu
Hukum & Peristiwa 3 jam lalu
Medan (buseronline.com) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution meresmikan Sekolah Guang Ming di Jalan Kuali Nomor 50, Medan, pada
Pendidikan 4 jam lalu
Jakarta (buseronline.com) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan tujuh tersangka dalam kasus dugaan suap atau gratifikasi terkait peng
Hukum & Peristiwa 5 jam lalu
Jakarta (buseronline.com) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencatat sebanyak 109.300.240 orang di Indonesia telah mengikuti program Cek
Kesehatan 6 jam lalu
Balikpapan (buseronline.com) Pemerintah bersama PT Pertamina (Persero) memperkuat kesiapan operasional Kilang Refinery Development Master
Ekonomi 7 jam lalu
Jakarta (buseronline.com) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti sejumlah aspek tata kelola Pemerintah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah
Hukum & Peristiwa 7 jam lalu