"Jika ada aplikasi interaktif seperti ini, itu akan lebih baik. Aplikasi ini lebih interaktif dan memberikan pemahaman holistik, bukan hanya satu jawaban pada satu waktu seperti AI," ujar Raskha.
Hal senada disampaikan Eunike Serafina Orlin, siswi kelas XI yang akrab disapa Unik. Dalam kegiatan tersebut, ia mencoba mempelajari materi serta mengerjakan latihan soal Ekonomi dan Geografi melalui Ruang Murid.
Menurut Unik, materi bergambar dan latihan interaktif membuat proses belajar lebih menarik. Ia berencana memanfaatkan Rumah Pendidikan untuk mempersiapkan ujian akhir sekaligus mempelajari mata pelajaran di luar jurusannya, termasuk Fisika.
Kegiatan Sapa Sekolah 2026 menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi pendidikan perlu disertai sumber belajar yang sesuai dengan kebutuhan guru dan siswa. Guru membutuhkan materi praktis untuk mendukung persiapan mengajar, sedangkan siswa memerlukan media pembelajaran yang menarik, interaktif, dan mudah dipahami.
Melalui program ini, Kemendikdasmen mendorong agar Rumah Pendidikan tidak hanya dikenal oleh warga sekolah, tetapi juga digunakan secara berkelanjutan dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari.
Dengan dukungan teknologi dan sumber belajar yang berkualitas, digitalisasi pendidikan diharapkan mampu menciptakan pembelajaran yang lebih efektif, menyenangkan, dan bermakna bagi guru maupun siswa. (R)
beritaTerkait
komentar