Sabtu, 10 Oktober 2026

Mensos Saifullah Yusuf: Sekolah Rakyat Buka Peluang Pendidikan bagi Anak Kurang Mampu

Sabtu, 10 Oktober 2026 09:45 WIB
Mensos Saifullah Yusuf: Sekolah Rakyat Buka Peluang Pendidikan bagi Anak Kurang Mampu
Foto siswa dalam momen penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Sosial dan BRIN di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Bekasi, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Kamis (8/10/2026).

Bekasi (buseronline.com) - Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa Sekolah Rakyat menjadi upaya pemerintah untuk membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, termasuk mereka yang belum memiliki prestasi akademik menonjol.

Dilansir dari laman Jabarprov, pernyataan tersebut disampaikan Saifullah saat penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Sosial dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Bekasi, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, pada 8 Oktober 2026.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi Endin Samsudin dan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bekasi Alamsyah.

Saifullah mengatakan, Sekolah Rakyat memberikan perhatian khusus kepada anak-anak yang menghadapi keterbatasan ekonomi dan memiliki tantangan dalam pencapaian akademik.

Menurutnya, setiap anak berhak memperoleh kesempatan untuk berkembang dan meraih masa depan yang lebih baik. "Sudah belum pintar, yang kedua dari keluarga yang masih belum beruntung. Inilah yang menjadi perhatian khusus dari Presiden Prabowo," ujar Saifullah.

Ia menjelaskan, banyak anak dari keluarga kurang mampu, seperti anak tukang becak dan pemulung, yang tetap memiliki potensi untuk meraih prestasi dan memperoleh beasiswa.

"Tadi benar, banyak anak-anak dari keluarga tidak mampu, anaknya tukang becak, anaknya pemulung. Tapi karena dia pintar, dia datang beasiswa," katanya.

Namun, menurut Saifullah, perhatian pemerintah tidak hanya diberikan kepada siswa yang berprestasi. Anak-anak yang belum menunjukkan kemampuan akademik menonjol juga perlu mendapatkan pendampingan dan metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

"Ada yang tentu dia belum pintar dan belum beruntung. Ini macam-macam," ujarnya.

Untuk mendukung pembentukan karakter dan kemandirian siswa, Kementerian Sosial bekerja sama dengan Universitas Pertahanan melalui program pendampingan di Sekolah Rakyat yang menerapkan sistem asrama.

Lebih dari 1.500 mahasiswa Universitas Pertahanan akan mendampingi siswa di 182 titik Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia selama dua minggu.

Saifullah berharap, pendampingan tersebut mampu meningkatkan motivasi, kepercayaan diri, serta semangat siswa untuk mengejar cita-cita tanpa terhambat kondisi ekonomi keluarga.

"Orang-orang yang punya cita-cita, orang-orang yang punya mimpi, orang punya motivasi kuat, kepercayaan diri, dia tidak akan mengeluhkan keadaan tapi dia berusaha mengejar mimpi-mimpinya," tuturnya.

Selain pendampingan siswa, kerja sama dengan BRIN juga mencakup dukungan pengembangan pembelajaran dan penyediaan sarana serta prasarana sekolah berdasarkan hasil riset dan inovasi.

Salah satu kebutuhan yang menjadi prioritas adalah penyediaan air bersih bagi Sekolah Rakyat yang masih mengalami keterbatasan pasokan, termasuk Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Bekasi.

Saifullah menyebut dukungan tersebut diperlukan untuk mengatasi kendala pemenuhan kebutuhan air bersih di sejumlah sekolah, terutama pada gedung permanen.

"Kita mendapat dukungan tentang pengadaan dan penyediaan air bersih di gedung-gedung permanen Sekolah Rakyat. Karena memang di titik-titik tertentu kami mengalami kesulitan untuk bisa memperoleh layanan air bersih," katanya.

Sementara itu, perwakilan BRIN, Arief, menjelaskan bahwa lembaganya akan mendukung Sekolah Rakyat melalui penyediaan hasil penelitian dan inovasi yang dapat diterapkan untuk menyelesaikan berbagai persoalan di lapangan.

"Kami itu berada di bagian pemain belakang. Tugas pemain belakang apa? Memberikan umpan-umpan, memberikan hasil riset, memberikan hasil-hasil inovasi," ujarnya.

Arief berharap, kolaborasi tersebut dapat menghasilkan manfaat nyata bagi para siswa sekaligus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan di Sekolah Rakyat di berbagai daerah.

"Kalau manfaatnya nyata dan kemudian semua siswa itu mendapatkan edukasi yang tinggi, saya yakin ini adalah amal soleh kita semua," katanya.

Melalui kerja sama tersebut, pemerintah berharap Sekolah Rakyat dapat menjadi sarana pemerataan pendidikan sekaligus membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu mengembangkan potensi, membangun karakter, dan meraih masa depan yang lebih baik. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Presiden Prabowo Tinjau Inovasi BRIN, Dorong Riset Perkuat Kemandirian Teknologi Nasional
Kemendikdasmen-BRIN Perkuat Pembinaan Peneliti Muda Menuju Ajang Internasional
KPK Tekankan Penguatan Integritas Pimpinan BRIN di Tengah Risiko Korupsi Sektor Riset
komentar
beritaTerbaru