"Pembelajaran STEM lebih menarik karena materinya kaya akan kolaborasi antar beberapa guru dan topik yang saling terkait," kata Vitri.
Kepala Sekolah SNT 16 Tebo, Memolo, mengatakan penerapan
STEAM merupakan bagian dari upaya sekolah menjalankan kurikulum terpadu. Sekolah juga ingin melihat efektivitas pendekatan tersebut terhadap kualitas pembelajaran di kelas.
"Kami menerapkan kurikulum terpadu, jadi kami ingin melihat efektivitas dan dampaknya di kelas. Selain itu, sekolah-sekolah berharap adanya peningkatan kualitas pembelajaran, karena ini adalah sesuatu yang baru," ujar Memolo.
Melalui pembelajaran tersebut, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga belajar mengamati lingkungan, bekerja sama, memecahkan masalah, serta menerapkan pengetahuan untuk menghadapi situasi nyata.
Memolo mengatakan penerapan pembelajaran STEAM akan berlangsung selama tiga minggu. Setelah itu, sekolah akan melakukan evaluasi dan memberikan umpan balik sebagai bahan perbaikan untuk pelaksanaan berikutnya.
"Rencananya sekolah akan menerapkannya selama tiga minggu, kemudian mengevaluasinya dan memberikan umpan balik. Selanjutnya, praktik ini akan dilakukan lagi pada kesempatan berikutnya," pungkasnya. (R)
beritaTerkait
komentar