Sabtu, 03 Oktober 2026

SNT 7 Bogor Dorong Siswa Ciptakan Solusi Lewat Pembelajaran STEM

Sabtu, 03 Oktober 2026 14:35 WIB
SNT 7 Bogor Dorong Siswa Ciptakan Solusi Lewat Pembelajaran STEM
SNT 7 Bogor terus mengembangkan pembelajaran berbasis STEM dengan melibatkan siswa dalam berbagai proyek yang berkaitan dengan persoalan nyata.

Jakarta (buseronline.com) - Sekolah Menengah Negeri (SNT) 7 Bogor terus mengembangkan pembelajaran berbasis Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM) dengan melibatkan siswa dalam berbagai proyek yang berkaitan dengan persoalan nyata.

Dilansir dari laman Kemendikdasmen, melalui pendekatan tersebut, siswa tidak hanya mempelajari teori di dalam kelas, tetapi juga ditantang untuk menganalisis masalah, menguji gagasan, dan menghasilkan solusi melalui proyek lintas mata pelajaran.

Kepala SNT 7 Bogor Fitriyani mengatakan pengembangan STEM dan pembelajaran interdisipliner merupakan salah satu ciri khas sekolah serta bagian penting dalam mewujudkan visi SNT 7 Bogor.

"Latar belakang pengembangan program STEM dan pembelajaran interdisipliner di SNT 7 Bogor adalah karena ini merupakan ciri khas SNT dan juga salah satu bagian terpenting dalam mewujudkan visi SNT," ujar Fitriyani dalam keterangannya, pada 28 September 2026.

Program tersebut mulai diterapkan setelah pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan masa pra-studi selesai, yakni pada awal pembelajaran September 2026.

Di tingkat SMP, salah satu proyek yang dikembangkan adalah "Misi Kurir Kemerdekaan". Proyek ini mengintegrasikan Pendidikan Pancasila, Bahasa Indonesia, dan Matematika.

Dalam proyek tersebut, siswa mempelajari informasi mengenai berita kemerdekaan Indonesia dan Proklamasi Kemerdekaan yang dibawa oleh seorang kurir. Siswa juga menghitung kebutuhan bahan untuk membuat wadah yang dapat melindungi teks Proklamasi dari air dan tekanan selama perjalanan.

Dengan demikian, pembelajaran sejarah, bahasa, dan matematika dipadukan dalam sebuah persoalan kontekstual.

Sementara di tingkat SMA, terdapat proyek "Rencana Tata Ruang Terbuka Adaptif" yang menggabungkan Sains, Bahasa Indonesia, Matematika, dan Pendidikan Jasmani.

Siswa kelas X menganalisis fenomena pulau panas perkotaan, memodelkan data menggunakan diagram sebaran, serta menyusun laporan multimodal untuk merancang ruang terbuka adaptif sebagai bagian dari mitigasi krisis iklim dan peningkatan kebugaran fisik.

Proyek lainnya, yakni "Teknologi Perbatasan", menggabungkan Pendidikan Pancasila, Pemrograman dan Kecerdasan Buatan, Informatika, serta Fisika.

Dalam proyek tersebut, siswa mempelajari kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), prinsip gelombang ultrasonik, penyusunan pseudocode, hingga pemrograman Arduino.

Hasilnya, siswa berhasil membuat prototipe perbatasan pintar berbasis sensor yang mampu mendeteksi objek secara otomatis dan real-time.

Fitriyani mengatakan pembelajaran STEM turut meningkatkan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah, berpikir logis dan sistematis, serta menerapkan sistem pengukuran dalam kegiatan ilmiah.

"Perubahan nyata pada siswa setelah mengikuti pembelajaran STEM, khususnya tema 4, adalah peningkatan kemampuan pemecahan masalah, berpikir logis dan sistematis, serta kemampuan menerapkan sistem pengukuran dalam kerja ilmiah melalui desain, pengukuran jarak menggunakan sensor ultrasonik, pengujian akurasi, dan analisis faktor-faktor yang mempengaruhi hasil pengukuran pada siswa kelas X SMA," jelasnya.

Menurutnya, pendekatan STEM juga membuat siswa lebih aktif, antusias, eksploratif, proaktif, inovatif, dan kolaboratif dalam mengikuti pembelajaran.

Selain STEM, SNT 7 Bogor menerapkan pembelajaran interdisipliner dengan menggabungkan sejumlah mata pelajaran untuk memahami suatu masalah secara lebih komprehensif.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Pemprov Jabar Dorong Rebana Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Baru
Mendikdasmen Tinjau Revitalisasi SDN 1 Kedungjaya Cirebon
Pemprov Jabar dan OJK Dorong Peternak Ayam Petelur Naik Kelas Lewat Program EGG
Kompolnas Dorong Polri Bongkar Jaringan Sindikat Narkotika
Jabar Uji Sistem Rujukan Baru, Pasien Bisa Langsung ke RS Sesuai Penyakit
Kota Bandung Juara Umum Pentas PAI SMP Jawa Barat 2026, Borong Lima Juara Pertama
komentar
beritaTerbaru