Kamis, 01 Oktober 2026

Komik Buah Ajaib Kenalkan Manfaat Pala dan Dorong Minat Baca Anak

Kamis, 01 Oktober 2026 18:15 WIB
Komik Buah Ajaib Kenalkan Manfaat Pala dan Dorong Minat Baca Anak
Buku Buah Ajaib dibahas dalam kegiatan Resensi Buku Seri “Balik Cerita” yang diselenggarakan Pusat Buku, BKPDM, Kemendikdasmen RI, di Perpustakaan Kemendikdasmen, Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Jakarta (buseronline.com) - Komik dapat menjadi media alternatif untuk mengenalkan pengetahuan sekaligus meningkatkan minat baca anak. Hal itu ditunjukkan melalui buku Buah Ajaib karya Tuti Adhayati yang mengangkat pala melalui cerita, ilustrasi, serta informasi mengenai manfaat dan sejarah rempah tersebut.

Dilansir dari laman Kemendikdasmen, Buku Buah Ajaib dibahas dalam kegiatan Resensi Buku Seri "Balik Cerita" yang diselenggarakan Pusat Buku, Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI, di Perpustakaan Kemendikdasmen, Jakarta, pada 29 September 2026.

Kepala Pusat Buku, Supriyatno, mengatakan kegiatan resensi buku merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan literasi masyarakat sekaligus memperkenalkan buku-buku terbitan Pusat Buku serta karya para penulis dan berbagai lembaga.

"Ulasan buku ini merupakan upaya untuk meningkatkan literasi, memperkenalkan buku-buku terbitan Pusat Buku, serta buku-buku karya penulis dan berbagai lembaga," ujar Supriyatno.

Penulis Buah Ajaib, Tuti Adhayati, mengatakan ide penulisan buku tersebut berawal dari ketertarikannya terhadap pala. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui bentuk biji pala maupun berbagai manfaat yang dapat diperoleh dari rempah tersebut.

"Pala bukan hanya untuk membuat soto atau sekadar sebagai bumbu. Pala juga dapat diolah menjadi obat-obatan dan parfum, dan banyak hal lain yang menjadi bagian integral dari kehidupan kita tanpa kita sadari," kata Tuti.

Tuti kemudian melakukan penelitian mengenai pala, mulai dari manfaat, pengolahan, hingga sejarahnya sebagai salah satu komoditas rempah Indonesia yang pernah memiliki nilai tinggi di dunia.

Untuk menyampaikan informasi tersebut kepada anak-anak, Tuti memilih format komik yang dipenuhi gambar dan warna. Menurutnya, penyajian visual dapat membuat anak lebih tertarik membaca dan tidak merasa terbebani dengan informasi yang disampaikan.

"Yang terpenting, buku itu harus memiliki banyak gambar dan warna, agar anak-anak tidak merasa bosan dan canggung saat membacanya," ujarnya.

Tuti menyasar pembaca usia sekolah dasar dengan menyederhanakan informasi agar mudah dipahami. Salah satu persoalan yang dimasukkan ke dalam alur cerita adalah masalah jamur yang berkaitan dengan pala.

Informasi mengenai kandungan dan manfaat pala kemudian disampaikan melalui pengalaman tokoh-tokoh dalam cerita. Dengan cara tersebut, anak-anak dapat memperoleh pengetahuan sambil mengikuti alur cerita.

"Jadi tujuan utamanya adalah untuk memastikan bahwa informasi tentang masalah dalam komik tetap tersampaikan, tetapi anak-anak tidak merasa tertekan untuk berpikir keras," jelas Tuti.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
KKRI Jadi Ekstrakurikuler Pilihan, Kemendikdasmen Tekankan Pembentukan Karakter Siswa
Duta Bahasa Nasional 2026, Pasangan DKI Jakarta Raih Juara Terbaik
Kemendikdasmen Perluas Akses Pelatihan Guru di Tengah Perkembangan AI
PISA 2025: 80 Persen Murid Indonesia Punya Rasa Ingin Tahu Tinggi
Kemenkes Luncurkan Playbook Respons Cepat Tangani Hoaks Kesehatan
Polri Kembali Raih Opini WTP BPK, Jadi yang ke-13 Kali
komentar
beritaTerbaru