Sabtu, 26 September 2026

4.922 Sekolah Terdampak Bencana di Sumatera Kembali Beraktivitas

Sabtu, 26 September 2026 18:30 WIB
4.922 Sekolah Terdampak Bencana di Sumatera Kembali Beraktivitas
Kemendikdasmen RI mencatat sebanyak 4.922 sekolah terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah kembali melaksanakan kegiatan pembelajaran.

Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI mencatat sebanyak 4.922 sekolah terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah kembali melaksanakan kegiatan pembelajaran.

Dilansir dari laman Kemendikdasmen, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu'ti mengatakan, dari jumlah tersebut, sebanyak 4.821 sekolah telah kembali melaksanakan pembelajaran di sekolah masing-masing.

Sementara 99 sekolah masih menggunakan Ruang Kelas Darurat (RKD), sedangkan dua sekolah lainnya sementara menumpang di sekolah lain.

"Secara keseluruhan total dukungan Kemendikdasmen untuk pemulihan layanan pendidikan di tiga provinsi terdampak bencana Sumatera saat ini mencapai Rp5,6 triliun," ujar Abdul Mu'ti di Jakarta, pada 23 September 2026.

Dari total anggaran tersebut, Rp3,03 triliun dialokasikan untuk program revitalisasi satuan pendidikan. Hingga September 2026, sebanyak 3.132 sekolah telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan nilai bantuan mencapai Rp3,03 triliun.

Dana yang telah disalurkan ke rekening sekolah tercatat sebesar Rp2,63 triliun. Penyaluran tahap pertama sebesar 70 persen telah selesai untuk seluruh sekolah penerima. Sementara dana tahap kedua sebesar 30 persen disalurkan setelah pembangunan fisik mencapai minimal 50 persen.

Saat ini, sebanyak 1.267 sekolah dengan nilai bantuan Rp400,5 miliar masih dalam proses penyaluran dana tahap kedua.

Dari sisi pembangunan fisik, sebanyak 562 sekolah telah menyelesaikan pembangunan hingga 100 persen. Sebanyak 1.954 sekolah telah mencapai progres di atas 50 persen, sementara 616 sekolah masih dalam proses menuju progres 50 persen.

Kemendikdasmen juga melakukan penanganan terhadap sekolah yang berada di lokasi rawan bencana. Sebanyak 97 sekolah diusulkan untuk direlokasi ke lokasi yang lebih aman.

Dari jumlah tersebut, 34 sekolah telah memasuki tahap pembangunan. Sedangkan 63 sekolah lainnya masih menunggu kepastian dan legalitas lahan.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengapresiasi upaya Kemendikdasmen dalam mempercepat pemulihan layanan pendidikan di wilayah terdampak bencana Sumatra.

"Capaian dari Kemendikdasmen ini menjadi bukti bahwa pemerintah pusat tidak tinggal diam, kita bekerja keras dan terus berkolaborasi, serta hasilnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat," kata Tito.

Selain memulihkan bangunan sekolah, Kemendikdasmen juga memberikan bantuan kepada guru, tenaga kependidikan, dan murid terdampak bencana.

Sebanyak 52.513 guru dan tenaga kependidikan telah menerima bantuan dengan total anggaran Rp315,08 miliar. Kemendikdasmen juga menyiapkan pelatihan kesiapsiagaan bencana dan pendampingan psikososial bagi 90.962 guru dengan anggaran Rp123 miliar.

Sementara melalui Program Indonesia Pintar (PIP), lebih dari 1,5 juta murid di 53 kabupaten/kota terdampak mendapat dukungan dengan total anggaran Rp1,16 triliun.

"Dana PIP tersebut kami harapkan dapat digunakan untuk keperluan pendidikan dan selanjutnya akan disalurkan secara bertahap ke rekening murid," ujar Abdul Mu'ti.

Untuk memenuhi kebutuhan sarana pembelajaran, Kemendikdasmen menyiapkan anggaran Rp688,8 miliar. Bantuan tersebut meliputi 206.317 paket mebel, perlengkapan sekolah bagi 260.358 murid, 733 paket alat permainan edukatif, 1.919 paket alat olahraga, 515 paket peralatan laboratorium komputer, 259 paket laboratorium IPA, 134 unit RKD, serta 2,09 juta eksemplar buku pembelajaran.

Pemulihan juga menyasar sektor pendidikan vokasi. Kemendikdasmen telah menandatangani PKS bantuan peralatan praktik senilai Rp418,5 miliar untuk 131 SMK.

Selain itu, sebanyak 71 lembaga kursus dan pelatihan menerima bantuan senilai Rp4,18 miliar yang saat ini masih dalam proses pembelanjaan. Adapun biaya operasional pemulihan bagi 822 sekolah sebesar Rp17,97 miliar telah disalurkan pada Mei hingga Juni 2026.

Untuk memastikan proses pemulihan berjalan berkelanjutan, Kemendikdasmen menyiapkan lima langkah lanjutan. Pertama, memberikan pendampingan intensif kepada 616 sekolah penerima revitalisasi sekaligus mempercepat penyaluran dana tahap kedua.

Kedua, mempercepat relokasi sekolah melalui koordinasi dengan pemerintah daerah serta kementerian dan lembaga terkait guna memastikan kesiapan dan legalitas lahan.

Ketiga, mengawasi penyaluran buku, sarana, dan peralatan agar tepat waktu, tepat sasaran, serta akuntabel.

Keempat, berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan kementerian/lembaga terkait untuk menyediakan akses yang aman menuju sekolah.

Kelima, memperkuat program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) sebagai bagian dari upaya membangun sekolah yang lebih aman dan tangguh menghadapi bencana.

Abdul Mu'ti mengatakan pemulihan layanan pendidikan pascabencana membutuhkan partisipasi dan gotong royong dari berbagai pihak.

"Dengan semangat partisipasi semesta dan gotong royong, kami mengajak kepada seluruh pihak untuk menjadikan pemulihan layanan pendidikan di Sumatra sebagai bagian penting membangun pendidikan yang berkeadilan, berkualitas, tangguh, serta menjadi harapan para murid menjadi generasi Indonesia Emas," pungkasnya. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Pemerintah Siapkan Pendidikan Gratis, Murid TK Mulai Dapat PIP pada 2027
Kemendikdasmen Dorong Transformasi Layanan BK di Sekolah
Kemendikdasmen Perluas Akses Pelatihan Guru di Tengah Perkembangan AI
Kemendikdasmen Perkuat Diplomasi Indonesia-Prancis Lewat Bahasa dan Sastra
Mendikdasmen dan Rico Waas Ajak Siswa SMPN 1 Medan Jadi Generasi Hebat
1.487 Satuan Pendidikan di NTT Direvitalisasi, Anggaran Capai Rp1,2 Triliun
komentar
beritaTerbaru