Sabtu, 26 September 2026

4.922 Sekolah Terdampak Bencana di Sumatera Kembali Beraktivitas

Sabtu, 26 September 2026 18:30 WIB
4.922 Sekolah Terdampak Bencana di Sumatera Kembali Beraktivitas
Kemendikdasmen RI mencatat sebanyak 4.922 sekolah terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah kembali melaksanakan kegiatan pembelajaran.
Untuk memenuhi kebutuhan sarana pembelajaran, Kemendikdasmen menyiapkan anggaran Rp688,8 miliar. Bantuan tersebut meliputi 206.317 paket mebel, perlengkapan sekolah bagi 260.358 murid, 733 paket alat permainan edukatif, 1.919 paket alat olahraga, 515 paket peralatan laboratorium komputer, 259 paket laboratorium IPA, 134 unit RKD, serta 2,09 juta eksemplar buku pembelajaran.

Pemulihan juga menyasar sektor pendidikan vokasi. Kemendikdasmen telah menandatangani PKS bantuan peralatan praktik senilai Rp418,5 miliar untuk 131 SMK.

Selain itu, sebanyak 71 lembaga kursus dan pelatihan menerima bantuan senilai Rp4,18 miliar yang saat ini masih dalam proses pembelanjaan. Adapun biaya operasional pemulihan bagi 822 sekolah sebesar Rp17,97 miliar telah disalurkan pada Mei hingga Juni 2026.

Untuk memastikan proses pemulihan berjalan berkelanjutan, Kemendikdasmen menyiapkan lima langkah lanjutan. Pertama, memberikan pendampingan intensif kepada 616 sekolah penerima revitalisasi sekaligus mempercepat penyaluran dana tahap kedua.

Kedua, mempercepat relokasi sekolah melalui koordinasi dengan pemerintah daerah serta kementerian dan lembaga terkait guna memastikan kesiapan dan legalitas lahan.

Ketiga, mengawasi penyaluran buku, sarana, dan peralatan agar tepat waktu, tepat sasaran, serta akuntabel.

Keempat, berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan kementerian/lembaga terkait untuk menyediakan akses yang aman menuju sekolah.

Kelima, memperkuat program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) sebagai bagian dari upaya membangun sekolah yang lebih aman dan tangguh menghadapi bencana.

Abdul Mu'ti mengatakan pemulihan layanan pendidikan pascabencana membutuhkan partisipasi dan gotong royong dari berbagai pihak.

"Dengan semangat partisipasi semesta dan gotong royong, kami mengajak kepada seluruh pihak untuk menjadikan pemulihan layanan pendidikan di Sumatra sebagai bagian penting membangun pendidikan yang berkeadilan, berkualitas, tangguh, serta menjadi harapan para murid menjadi generasi Indonesia Emas," pungkasnya. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Pemerintah Siapkan Pendidikan Gratis, Murid TK Mulai Dapat PIP pada 2027
Kemendikdasmen Dorong Transformasi Layanan BK di Sekolah
Kemendikdasmen Perluas Akses Pelatihan Guru di Tengah Perkembangan AI
Kemendikdasmen Perkuat Diplomasi Indonesia-Prancis Lewat Bahasa dan Sastra
Mendikdasmen dan Rico Waas Ajak Siswa SMPN 1 Medan Jadi Generasi Hebat
1.487 Satuan Pendidikan di NTT Direvitalisasi, Anggaran Capai Rp1,2 Triliun
komentar
beritaTerbaru