Senin, 21 September 2026

Pelatihan PKK Buka Peluang Alumni Bekerja di Mancanegara

Senin, 21 September 2026 12:40 WIB
Pelatihan PKK Buka Peluang Alumni Bekerja di Mancanegara
Mendikdasmen RI Abdul Mu’ti.

Jakarta (buseronline.com) - Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) menjadi salah satu jalan bagi masyarakat untuk meningkatkan keterampilan sekaligus membuka peluang bekerja di luar negeri.

Dilansir dari laman Kemendikdasmen, salah satunya dirasakan Fifayu Zuhara Malelestari, peserta PKK Spa Terapis di LKP Puspita Martha International Beauty School, Jakarta.

Fifayu kini tengah mempersiapkan diri untuk mewujudkan impiannya bekerja sebagai spa terapis di Turki. Keterampilan yang diperolehnya selama mengikuti pelatihan menjadi bekal untuk memasuki dunia kerja internasional.

"Harapan saya lulus dari sini menjadi kompeten dan juga bisa menambah skills saya. Kerja di sana juga salah satu mimpi saya karena yang pertama gaji di luar negeri itu cukup besar dan saya mau belajar budaya, bahasa baru di luar negeri," ujar Fifayu.

Selama pelatihan, keterampilan pijat menjadi salah satu kemampuan yang paling dirasakan manfaatnya oleh Fifayu. Ia berharap dapat bekerja selama dua tahun di Turki sembari menambah pengalaman, mempelajari bahasa, dan mengenal budaya baru.

Peserta lainnya, Khana Sus Nurprasetyo, juga melihat program PKK sebagai kesempatan untuk mengembangkan kompetensi. Lulusan SMK bidang kecantikan tersebut mengetahui pelatihan PKK Spa Terapis di Puspita Martha melalui media sosial.

Menurut Khana, keterampilan massage atau wellness memiliki peluang kerja yang cukup besar di industri spa. Keterampilan tersebut, menurutnya, tetap membutuhkan kemampuan manusia sehingga tidak mudah digantikan oleh teknologi.

"Kesempatan untuk kerja di luar negeri itu untuk mengembangkan skills dan bakat saya, untuk mengembangkan keterampilan, belajar budaya lain supaya tidak stuck di sini saja. Semoga program-program seperti ini tetap terbuka luas sehingga lebih banyak peserta yang bisa belajar, bisa berlatih, dan mendapatkan pengalaman seperti yang saya dapatkan," kata Khana.

Kesempatan yang diperoleh Fifayu dan Khana merupakan bagian dari pelepasan 2.883 alumni Program PKK dari 20 Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) untuk bekerja di sejumlah negara.

Pelepasan tersebut disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, dalam rangkaian kegiatan di LKP Puspita Martha International Beauty School, Jakarta, pada 17 September 2026.

Sebanyak 1.831 alumni akan bekerja di Bulgaria, 692 orang di Jepang, 212 orang di Turki, dan 76 orang di Malaysia.

Tatang mengatakan, para alumni PKK tidak hanya membawa keterampilan yang diperoleh melalui pendidikan nonformal, tetapi juga membawa nama baik Indonesia di lingkungan kerja internasional.

"Mereka bukan hanya membawa keterampilan, tetapi juga membawa nama baik bangsa Indonesia. Mereka bekerja di berbagai sektor: industri manufaktur, garmen, spa dan estetika, perhotelan, hingga jasa pelayanan di berbagai negara di Asia, Timur Tengah, dan Eropa. Mereka adalah bukti nyata bahwa pendidikan nonformal Indonesia mampu mencetak sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing global," jelasnya.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu'ti mengatakan, alumni lembaga kursus dan pelatihan serta SMK yang bekerja di mancanegara tidak hanya berupaya meningkatkan kualitas hidup pribadi, tetapi juga membawa nama Indonesia di negara tempat mereka bekerja.

"Alumni lembaga kursus dan pelatihan serta SMK yang kita lepas untuk bekerja ke mancanegara membawa misi untuk Indonesia. Mereka adalah para pahlawan, para pejuang yang tidak hanya berusaha memperbaiki kualitas hidupnya secara pribadi, tapi juga membawa nama bangsa dan negara di manapun mereka bekerja," ungkap Abdul Mu'ti.

Ia menilai keberadaan lembaga kursus memiliki peran penting dalam memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengembangkan diri dan meraih cita-cita tanpa memandang kondisi ekonomi maupun status sosial.

Abdul Mu'ti juga menekankan bahwa pelatihan harus membekali peserta dengan hard skills dan soft skills, sekaligus mengedepankan human and personal touch. Model pelatihan juga diharapkan memasukkan unsur kewirausahaan agar peserta tidak hanya memiliki kemampuan untuk bekerja sebagai pegawai, tetapi juga dapat mengembangkan usaha secara mandiri.

Sementara itu, Direktur LKP Puspita Martha International Beauty School, Wulan Maharani Tilaar, mengatakan pihaknya telah dipercaya menyelenggarakan PKK Platinum sejak 2021.

Program tersebut diarahkan untuk menghasilkan sumber daya manusia di bidang kecantikan dan spa yang kompeten serta mampu bersaing di tingkat internasional.

Wulan menambahkan, kerja sama Puspita Martha dengan Kemdikdasmen tidak hanya dilakukan melalui program PKK, tetapi juga mencakup kredensial mikro bagi instruktur LKP dan guru SMK serta penyusunan kurikulum dan materi pendidikan kursus keterampilan berbasis industri.

Program tersebut diharapkan terus membuka akses bagi masyarakat untuk memperoleh keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja sekaligus memperluas kesempatan bagi tenaga terampil Indonesia untuk berkiprah di tingkat global. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Program Kapulaga Didorong Perkuat Ekonomi Keluarga di Jawa Tengah
Playfit Kids Resmi Dibuka di Medan, Hadirkan Wahana Bermain dan Edukasi Anak
TP PKK Sumut Evaluasi Desa Binaan Toba, Dorong Tertib Administrasi Berbasis Digital
Rektor USU: Kemampuan Komunikasi Jadi Kunci Sukses Mahasiswa
HUT ke-75 IBI, Pemkab Taput Tegaskan Peran Strategis Bidan Tingkatkan Kesehatan Masyarakat
Ketua TP PKK Jabar: UMKM Harus Jadi Penggerak Kesejahteraan Keluarga
komentar
beritaTerbaru