Senin, 14 September 2026

LDI 2026 Tak Sekadar Kompetisi, Buka Peluang Pendidikan hingga Ajang Internasional

Minggu, 13 September 2026 16:20 WIB
LDI 2026 Tak Sekadar Kompetisi, Buka Peluang Pendidikan hingga Ajang Internasional
Foto bersama di acara penandatanganan Naskah PKS antara Puspresnas dan IGN di Jakarta, pada 9 September 2026.

Jakarta (buseronline.com) - Lomba Debat Indonesia (LDI) 2026 tidak hanya menjadi ajang untuk meraih prestasi, tetapi juga menjadi ruang bagi para pelajar untuk memperluas wawasan, membangun jejaring, meningkatkan kepercayaan diri, serta membuka peluang pendidikan dan pengalaman di tingkat internasional.

Dilansir dari laman Kemendikdasmen, hal itu dirasakan Allesia Keiran The dari Bina Bangsa School PIK, salah satu Ten Best Speaker LDI 2026. Menurutnya, kompetisi tingkat nasional tersebut memberikan kesempatan bagi peserta untuk bertemu dan berinteraksi dengan pelajar dari berbagai daerah di Indonesia.

"LDI sangat membantu karena membuka kesempatan untuk bertemu dengan begitu banyak orang dari berbagai daerah, terutama karena ini merupakan kompetisi tingkat nasional," ujar Allesia saat ditemui dalam acara penandatanganan Naskah Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) dan International Global Network (IGN) di Jakarta, pada 9 September 2026.

Ia menilai pengalaman dan prestasi yang diperoleh melalui LDI juga dapat menjadi bekal untuk melanjutkan pendidikan. Sertifikat nasional yang diterbitkan Puspresnas, Kemendikdasmen, dinilai dapat menjadi salah satu bentuk pengakuan atas capaian peserta.

"Bahkan dengan menjadi bagian dari kompetisi dan finalis LDI, hal itu dapat membantu meningkatkan peluang untuk mendapatkan beasiswa maupun bersaing mendapatkan tempat di universitas-universitas terbaik di dunia," katanya.

"Saya sangat menghargai pengalaman ini karena kemungkinan dapat membantu saya masuk ke universitas-universitas pilihan saya, bahkan mendapatkan beasiswa," lanjutnya.

Pengalaman serupa dirasakan Gabrielle Angeline Stephanson Li dari SMAK 1 Penabur Jakarta yang meraih predikat Third Best Speaker. Menurut Gabrielle, penghargaan yang diperoleh menjadi bentuk apresiasi terhadap proses dan kerja keras yang telah dilaluinya.

"Penghargaan atau prestasi juga bisa memberikan kepuasan diri atau self-fulfillment atas semua pencapaian dan kerja keras yang telah kami lalui. Ini menjadi hal yang membanggakan bagi diri sendiri," ujarnya.

Tidak hanya prestasi, Gabrielle mengaku keikutsertaannya dalam LDI turut meningkatkan kepercayaan diri dan memperluas pengetahuannya.

"Pengalaman juga memberikan wawasan yang jauh lebih luas. Kami sekarang menjadi lebih percaya diri dalam berdebat, memiliki pengetahuan yang lebih luas, dan juga memiliki koneksi yang lebih luas melalui prestasi yang kami raih di LDI," tuturnya.

Apresiasi juga disampaikan Anastasia, orang tua salah satu finalis LDI, Ava Mikayla Emmanoelle. Ia menilai LDI memberikan kesempatan kepada para pelajar untuk mengembangkan kemampuan sekaligus memperoleh pengalaman berkompetisi di tingkat nasional.

"Kami mengapresiasi Puspresnas, Kemendikdasmen yang telah memberikan kesempatan kepada anak-anak melalui Lomba Debat Indonesia, khususnya English Debate. Mereka dapat menyalurkan talentanya sekaligus mendapatkan pengalaman berkompetisi di tingkat nasional dan bertemu dengan teman-teman dari berbagai daerah di Indonesia," katanya.

Menurut Anastasia, kesempatan para peserta tidak berhenti setelah kompetisi nasional. Sebanyak 15 Best Speakers LDI cabang Debat Bahasa Inggris 2026 akan mendapatkan pembinaan lanjutan melalui kolaborasi Puspresnas dan IGN.

Dari pembinaan tersebut, tiga peserta terbaik akan dipilih untuk mengikuti Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Januari 2027.

"Kami sangat mengapresiasi bahwa setelah tingkat nasional, kesempatan itu masih dilanjutkan melalui AYIMUN di tingkat internasional. Ini memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk belajar lebih jauh sekaligus menjalankan tanggung jawab ketika mewakili Indonesia di tingkat internasional," ujar Anastasia.

Ia menekankan bahwa prestasi tidak hanya berkaitan dengan hadiah atau piala. Menurutnya, proses, pengorbanan, komitmen, serta kemampuan menjaga keseimbangan antara prestasi dan pendidikan merupakan hal yang tidak kalah penting.

"Bagi anak, prestasi bukan hanya tentang hadiah atau piala. Ada proses, pengorbanan, dan komitmen yang harus dijalani. Yang paling penting adalah bagaimana mereka tetap menjaga prestasi di sekolah karena tujuan utama mereka tetap belajar," ujarnya.

LDI 2026 pun menjadi bagian dari perjalanan para talenta muda untuk terus berkembang. Pengalaman berkompetisi, bertemu pelajar dari berbagai daerah, memperluas wawasan dan jejaring, hingga kesempatan mengikuti pembinaan menuju forum internasional menjadi bekal berharga bagi mereka dalam menatap pendidikan dan masa depan. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
IMT-GT Digelar di Medan, Dorong Investasi dan Kemitraan Bisnis Tiga Negara
Delegasi Tiga Negara Mulai Tiba di Medan, PTM IMT-GT ke-32 Segera Digelar
Timnas Indonesia vs Malaysia 28 September, Jadi Laga Krusial FIFA ASEAN Cup 2026
10 Pelajar Bandung Wakili Indonesia di Youth Leadership Camp Malaysia
Chelsea Ditahan JDT 3-3, Drama Gol Terjadi di Enam Menit Terakhir
Thailand dan Malaysia Lolos ke Semifinal Piala AFF 2026
komentar
beritaTerbaru