Senin, 14 September 2026

Hasil PISA 2025, Skor Sains dan Membaca Indonesia Naik

Minggu, 13 September 2026 14:25 WIB
Hasil PISA 2025, Skor Sains dan Membaca Indonesia Naik
Indonesia mencatat perkembangan positif dalam hasil PISA 2025 yang dirilis OECD.

Jakarta (buseronline.com) - Indonesia mencatat perkembangan positif dalam hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2025 yang dirilis Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD).

Dilansir dari laman Kemendikdasmen, dalam asesmen yang diikuti 91 negara dan ekonomi dengan melibatkan lebih dari 760 ribu murid di seluruh dunia itu, Indonesia dinilai berhasil memperluas akses pendidikan tanpa mengorbankan kualitas pembelajaran.

Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI Toni Toharudin mengatakan performa pendidikan Indonesia relatif stabil di tengah tren penurunan skor sains, membaca, dan matematika di negara-negara OECD selama 25 tahun terakhir.

"Di tengah tren skor sains, membaca, dan matematika negara-negara OECD yang menurun selama 25 tahun terakhir, performa pendidikan Indonesia relatif stabil, bahkan Indonesia naik di literasi dan sains," ujar Toni.

Dalam PISA 2025, skor literasi sains Indonesia yang menjadi fokus utama asesmen meningkat enam poin, dari 383 pada PISA 2022 menjadi 389. Sementara skor membaca juga naik enam poin, dari 359 menjadi 365. Adapun skor matematika Indonesia berada di angka 364.

Peningkatan tersebut semakin signifikan jika dilihat dari Coverage Index, yakni proporsi murid berusia 15 tahun yang berada dalam sistem pendidikan formal. Pada PISA 2003, Coverage Index Indonesia tercatat 0,46. Angka tersebut meningkat hampir dua kali lipat menjadi 0,90 pada PISA 2025.

Kondisi ini menunjukkan adanya perluasan akses pendidikan yang cukup signifikan di berbagai wilayah Indonesia. Perkembangan tersebut juga berlangsung seiring dengan transformasi pelaksanaan PISA, termasuk peralihan penuh dari paper based test (PBT) ke computer based test (CBT) sejak 2018.

Direktur Pendidikan dan Keterampilan OECD Andreas Schleicher mengapresiasi capaian Indonesia. Menurutnya, Indonesia berhasil menghadapi tantangan yang masih dihadapi banyak negara, yaitu memperluas akses pendidikan tanpa mengorbankan kualitas pembelajaran.

Data OECD juga menunjukkan murid Indonesia memiliki tingkat keingintahuan (curiosity) yang termasuk salah satu yang tertinggi. Selain itu, mereka dinilai telah mengembangkan kemampuan belajar secara mandiri.

Murid Indonesia juga menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam pemecahan masalah komputasional dibandingkan pada mata pelajaran yang lebih konvensional.

Mereka juga lebih sering terlibat dalam pembelajaran untuk menilai kredibilitas konten yang dihasilkan kecerdasan artifisial (AI) dibandingkan murid di banyak negara lain.

Menindaklanjuti hasil PISA 2025, Kemendikdasmen menetapkan empat pilar strategi untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional.

Pertama, penguatan kompetensi guru melalui pemenuhan kualifikasi akademik, Pendidikan Profesi Guru (PPG), serta penguatan kompetensi pedagogik dan digital, termasuk koding dan kecerdasan artifisial.

Kedua, peningkatan kualitas pembelajaran melalui penerapan pembelajaran mendalam, digitalisasi pembelajaran, serta penguatan literasi, numerasi, dan karakter murid.

Ketiga, harmonisasi kerangka Asesmen Nasional (AN) dan Tes Kemampuan Akademik (TKA) dengan kompetensi bernalar dalam kerangka PISA.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kemendikdasmen Fasilitasi 32.828 Guru Lanjut S1/D4 pada 2026
Aksi Pencegahan Korupsi 2025–2026 Capai 67,49 Persen
Pemerintah Dorong Investasi Berkualitas untuk Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi
Pertamina Perkuat Ketahanan Energi dan Kembangkan Bisnis Rendah Karbon
Kemenkes dan CEPI Uji Kesiapan Indonesia Hadapi Ancaman Pandemi Baru
Kemenkes Luncurkan 25 Prodi PPDS Hospital-Based, 54 Peserta Batch IV Mulai Pendidikan
komentar
beritaTerbaru