Minggu, 13 September 2026

Kemendikdasmen Fasilitasi 32.828 Guru Lanjut S1/D4 pada 2026

Minggu, 13 September 2026 11:30 WIB
Kemendikdasmen Fasilitasi 32.828 Guru Lanjut S1/D4 pada 2026
Foto bersama usai penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Program Pemenuhan Kualifikasi Akademik S1/D4 Guru Gelombang 3 di Jakarta, Senin (7/9/2026).

Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) memfasilitasi 32.828 guru untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Sarjana (S1) atau Diploma Empat (D4) pada 2026.

Dilansir dari laman Kemendikdasmen, program Pemenuhan Kualifikasi Akademik S1/D4 Guru tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK).

Kolaborasi itu diperkuat melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Program Pemenuhan Kualifikasi Akademik S1/D4 Guru Gelombang 3 di Jakarta, pada 7 September 2026.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Nunuk Suryani mengatakan, peningkatan kualitas guru menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan pendidikan bermutu bagi seluruh masyarakat.

"Bangsa yang maju ditentukan oleh seberapa baik kualitas sumber daya manusianya. Oleh karena itu, pendidikan merupakan kunci penting dalam membangun manusia Indonesia, terutama ditentukan dengan kualitas gurunya," ujar Nunuk.

Ia menegaskan, kesempatan meningkatkan kualifikasi akademik harus terbuka bagi seluruh guru, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

"Kualifikasi bukanlah mimpi. Bapak Presiden Prabowo dan Bapak Mendikdasmen membuka kesempatan bagi guru-guru yang memiliki keterbatasan untuk bisa belajar di perguruan tinggi," tegasnya.

Nunuk menjelaskan, program tersebut dirancang dengan sistem perkuliahan yang fleksibel agar guru tetap dapat menjalankan tugasnya di sekolah selama mengikuti pendidikan.

Dengan skema tersebut, guru dapat meningkatkan kualifikasi tanpa harus meninggalkan sekolah dan peserta didik.

Pada Gelombang 3 tahun 2026, sebanyak 45.660 guru mendaftar. Dari jumlah tersebut, 32.828 guru difasilitasi mengikuti program.

Peserta terdiri atas 25.936 guru dan pendidik PAUD, 3.278 guru SD, 3.391 guru mata pelajaran jenjang SMP, SMA, dan SMK, serta 223 guru SLB.

Program ini melibatkan 127 LPTK di seluruh Indonesia. Sebanyak 35 LPTK di antaranya merupakan perguruan tinggi yang baru bergabung dalam program tersebut.

Nunuk menyebut keterlibatan LPTK merupakan bentuk gotong royong untuk menjawab tantangan peningkatan kualitas dan profesionalisme guru.

"Perjanjian kerja sama yang dilakukan bersama Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan merupakan salah satu bentuk gotong royong dalam memajukan pendidikan. Dengan semangat kolaboratif dan bersinergi, bergerak bersama memajukan pendidikan melalui peningkatan kualitas guru," katanya.

Pemenuhan kualifikasi S1/D4 juga menjadi langkah penting bagi guru untuk melanjutkan ke Pendidikan Profesi Guru (PPG) Guru Tertentu dan memperoleh sertifikasi pendidik.

Pada 2026, sebanyak 8.900 guru ditargetkan menyelesaikan Program Pemenuhan Kualifikasi Akademik Gelombang 1 melalui skema afirmasi untuk kemudian melanjutkan ke program PPG.

Nunuk menekankan, keberhasilan program tidak hanya diukur dari diperolehnya ijazah, tetapi juga dari meningkatnya kompetensi guru dalam proses pembelajaran.

"Program ini bukan hanya memenuhi tuntutan regulasi, tetapi lebih jauh mendukung upaya dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua. Tak hanya kualifikasi yang terpenuhi, namun juga meningkatnya kompetensi guru dalam melaksanakan proses belajar dan mengajar di kelas," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Guru Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal (PAUD dan PNF) Saiful Bari mengapresiasi dukungan LPTK dalam membuka akses peningkatan kualifikasi bagi para guru.

Menurut Saiful, peningkatan kualifikasi guru berdampak langsung terhadap kualitas layanan pendidikan yang diterima peserta didik.

Berdasarkan data Dapodik, masih terdapat 174.520 guru yang belum memenuhi kualifikasi akademik S1/D4. Sebagian besar di antaranya merupakan guru PAUD dan SD.

"Artinya, ratusan ribu anak didik kita masih belajar bersama guru yang perlu kita dukung untuk meningkatkan kompetensinya," pungkas Saiful. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Pembelajaran STEM Dorong Siswa Ciptakan Solusi bagi Persoalan Lingkungan
Kemendikdasmen Perluas Makna Literasi di Era Digital dan AI
Aksi Pencegahan Korupsi 2025–2026 Capai 67,49 Persen
Kemendikdasmen Imbau Sekolah Utamakan Keselamatan di Tengah Erupsi Gunung Anak Krakatau
Kemendikdasmen Dorong Pembelajaran STEM untuk Bentuk Generasi Kritis dan Kreatif
Kemendikdasmen Percepat Pemulihan Pendidikan Pascagempa NTT
komentar
beritaTerbaru