Minggu, 06 September 2026

50 Guru SMK Magang di Jerman, Bawa Teknologi Industri ke Sekolah

Minggu, 06 September 2026 14:25 WIB
50 Guru SMK Magang di Jerman, Bawa Teknologi Industri ke Sekolah
Mendikdasmen RI Abdul Mu’ti foto bersama dengan lainnya saat melepas peserta program di Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Jakarta (buseronline.com) - Sebanyak 50 guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mengikuti Program Magang Luar Negeri bagi Guru SMK Tahun 2026 selama tiga bulan di Jerman.

Dilansir dari laman Kemendikdasmen, program ini menjadi upaya pemerintah meningkatkan kompetensi guru sekaligus memperkuat keterkaitan pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia industri.

Program tersebut dilaksanakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), dengan melibatkan Technische Universität Dresden (TU Dresden) dan Festo sebagai mitra pendidikan dan industri.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu'ti mengatakan pengalaman yang diperoleh para guru selama mengikuti magang di Jerman harus memberikan manfaat yang lebih luas ketika mereka kembali ke Indonesia.

Menurutnya, 50 peserta program diharapkan dapat membagikan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh kepada guru SMK lainnya.

"Setelah memperoleh pengalaman dan keahlian selama tiga bulan, ada trickle down effect atau ada proses di mana Bapak dan Ibu sekalian juga dapat mentransformasikan pengalamannya pada guru-guru SMK yang lainnya," ujar Abdul Mu'ti saat melepas peserta program di Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta, pada 1 September 2026.

Ia berharap proses tersebut dapat mendorong peningkatan mutu pendidikan SMK secara berkelanjutan.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen Tatang Muttaqin menilai pengalaman internasional penting bagi pengembangan profesional guru SMK.

Menurutnya, belajar langsung di lingkungan pendidikan dan industri dapat menjadi jembatan untuk mendekatkan pembelajaran di sekolah dengan kebutuhan dunia kerja.

"Keberangkatan ini penting untuk meningkatkan kompetensi, kapasitas profesional, dan sekaligus pengalaman belajar dan praktik bagaimana di dunia pendidikan dan juga di dunia industri," kata Tatang.

Selain meningkatkan kompetensi, program magang tersebut juga memberikan kesempatan kepada guru untuk membangun jejaring dengan industri, termasuk perusahaan Jerman yang beroperasi di Indonesia.

Sementara itu, perwakilan Festo, Safri Susanto mengatakan peserta akan mendapatkan pengalaman mengenai perkembangan teknologi manufaktur, khususnya otomasi dan mekatronika.

Kolaborasi Festo dengan pendidikan vokasi Indonesia sendiri telah berlangsung sejak 2015. Kerja sama tersebut sempat terhenti akibat pandemi dan kembali dilanjutkan pada 2026 melalui program magang guru SMK.

Salah satu peserta, Guru Teknik Otomasi Industri SMK Negeri 1 Cilegon, Banten, Lingganu Rahman, mengaku antusias mengikuti program tersebut. Ia ingin memperdalam perkembangan teknologi kontrol otomasi selama berada di Jerman.

"Saya sangat bersemangat untuk mengikuti program ini, karena saya rasa ini bisa meningkatkan pendidikan vokasi di negeri kita agar mampu bersaing di tingkat global," ujarnya.

Lingganu berencana membagikan pengetahuan dan praktik baik yang diperolehnya kepada rekan-rekan guru setelah kembali ke Indonesia.

Hal senada disampaikan Guru SMK Negeri 1 Sanga-Sanga, Kalimantan Timur, Astri Damayanti. Ia berharap pengalaman magang dapat diterapkan secara langsung dalam pembelajaran di sekolah sehingga memberikan dampak bagi siswa dan lingkungan pendidikan.

"Perubahan yang kami bawa itu bisa berdampak langsung kepada siswa kami, sekolah kami, maupun daerah kami untuk membawa vokasi Indonesia menjadi lebih baik," kata Astri.

Menurut Astri, salah satu hal yang penting dipelajari adalah pola hubungan antara sekolah dan industri. Kerja sama yang erat dengan dunia usaha dan dunia industri dinilai dapat membantu SMK menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.

"Yang kami harapkan jelas bagaimana penerapannya nanti di sekolah, bagaimana cara kita bekerja sama dengan perusahaan sehingga hasil lulusan-lulusan SMK itu tidak hanya memiliki keterampilan berstandar internasional, tapi kami harapkan bisa bersaing di tingkat internasional," ujarnya.

Melalui program ini, pengalaman para guru selama berada di Jerman diharapkan dapat diterapkan kembali di sekolah masing-masing.

Pengetahuan tentang teknologi, praktik kerja, budaya industri, serta pola kemitraan dengan dunia usaha diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran SMK yang semakin relevan dengan perkembangan industri global. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
4.021 Lulusan LKP Indonesia Dilepas Bekerja ke 11 Negara
Siswa Tokyo Kenal STEM dan Budaya Indonesia Lewat Program Pertukaran Pelajar
Kemendikdasmen: Hampir 80 Persen Kebutuhan Kepala Sekolah Telah Terpenuhi
Kemendikdasmen Salurkan Rp4,18 Miliar untuk Pulihkan 71 LKP Terdampak Banjir di Aceh dan Sumut
Kemendikdasmen-ANRI Perkuat Pemanfaatan Arsip untuk Pendidikan dan Sejarah Bangsa
Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi SMK Negeri 1 Sinabang, Siswa Masih Kekurangan Alat Praktik
komentar
beritaTerbaru