Rabu, 02 September 2026

Sekolah Rakyat Kabupaten Bekasi Terapkan Sistem Asrama, Siswa Dilatih Mandiri dan Disiplin

Rabu, 02 September 2026 17:50 WIB
Sekolah Rakyat Kabupaten Bekasi Terapkan Sistem Asrama, Siswa Dilatih Mandiri dan Disiplin
PIC Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Bekasi Kemensos RI Budi Satriyo meninjau proses pembelajaran usai pembukaan MPLS di Kompleks Pemkab Cikarang Pusat, pada 31 Agustus 2026.

Bekasi (buseronline.com) - Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Bekasi menerapkan sistem pendidikan berasrama sebagai upaya membentuk kemandirian, kedisiplinan, kesiapan belajar, serta karakter peserta didik.

Dilansir dari laman Jabarprov, sebelum mengikuti pembelajaran reguler, para siswa terlebih dahulu menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) selama 14 hari. Dalam masa tersebut, mereka dibiasakan menjalani rutinitas harian secara mandiri.

PIC Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Bekasi Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI), Budi Satriyo mengatakan MPLS menjadi tahap awal untuk membangun kedisiplinan dan kebiasaan positif siswa.

"Dua minggu, 14 hari. Di situ nanti anak-anak diajari kedisiplinan, misalkan menata kasur, kemudian mencuci, menyetrika, diajari bangun pagi, shalat Subuh bagi yang muslim, olahraga, mandi, sarapan, baru masuk kelas," ujar Budi usai pembukaan MPLS di Kompleks Pemkab Cikarang Pusat, pada 31 Agustus 2026.

Setelah menyelesaikan MPLS, siswa akan mengikuti program matrikulasi selama tiga bulan. Program ini bertujuan menyetarakan kemampuan akademik peserta didik sebelum memasuki pembelajaran reguler.

Menurut Budi, matrikulasi diperlukan karena latar belakang pendidikan peserta didik cukup beragam. Sebagian siswa pernah putus sekolah, bahkan ada yang sebelumnya tidak bersekolah.

"Ada yang putus sekolah, ada yang tidak sekolah. Atau mungkin anak-anak normal yang kurang beruntung. Jadi perlu disiapkan dulu, disetarakan dulu. Setelah masa itu baru pembelajaran normal," jelasnya.

Selain pembelajaran di kelas, siswa nantinya mengikuti kegiatan malam berupa character building. Kegiatan tersebut diisi dengan belajar kelompok, diskusi, serta pembelajaran agama sesuai keyakinan masing-masing.

"Yang muslim ngaji, shalat berjamaah. Kemudian yang nonmuslim ada pelajaran agama masing-masing. Bisa belajar kelompok atau mungkin diskusi bersama," katanya.

Sistem pendidikan berasrama tersebut membuat siswa tidak hanya mendapatkan pembelajaran akademik, tetapi juga dilatih mengelola kehidupan sehari-hari, mulai dari menjaga kebersihan, mengatur waktu, hingga bertanggung jawab terhadap kebutuhan pribadi.

Selama mengikuti pendidikan, peserta didik juga tidak diperkenalkan menggunakan telepon seluler sebagai bagian dari pola kehidupan di lingkungan sekolah berasrama.

Dari sisi kesehatan, seluruh siswa telah memiliki kepesertaan BPJS Kesehatan. Pihak sekolah juga berkoordinasi dengan BPJS untuk memindahkan fasilitas kesehatan tingkat pertama siswa ke puskesmas yang berada di sekitar sekolah.

"Kami tadi sudah koordinasi dengan BPJS. Akan kami pindahkan faskes tingkat satunya ke puskesmas yang dekat dengan sekolah," ungkap Budi.

Pengawasan kesehatan siswa melibatkan pembimbing sekolah dan Dinas Kesehatan agar kebutuhan pelayanan medis dapat ditangani secara cepat dan dekat.

Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Bekasi didukung 19 guru eksisting, 24 guru tamu, 40 tenaga kependidikan, serta 29 tenaga perbantuan.

Mayoritas peserta didik berasal dari Kabupaten Bekasi. Sebagian lainnya berasal dari Kota Bekasi karena sekolah rakyat permanen di wilayah tersebut masih dalam proses.

"Sebagian besar dari Kabupaten Bekasi. Ada sedikit dari Kota Bekasi, dititipkan karena di sana belum ada Sekolah Rakyat yang permanen," katanya.

Meski tinggal di asrama, siswa tetap memiliki kesempatan bertemu keluarga. Orang tua diperbolehkan menjenguk satu kali setiap bulan pada Sabtu atau Minggu ketika kegiatan pembelajaran tidak berlangsung.

Siswa juga mendapat kesempatan pulang mengikuti kalender pendidikan sekitar tiga kali dalam setahun, di antaranya saat Idulfitri, kenaikan kelas, serta Natal dan Tahun Baru.

Dengan pola pendidikan tersebut, Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Bekasi tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan akademik siswa, tetapi juga membentuk generasi yang mandiri, disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki karakter positif. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
427 Siswa Ikuti MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Bekasi
Pemkab Bekasi Targetkan Kuota Banpin Naik Jadi 200 Mahasiswa
Pemkab Bekasi Dorong Komite Sekolah Aktif Awasi Tata Kelola Pendidikan
Pemkab Bekasi Dorong Generasi Muda Berkarakter Menuju Indonesia Emas 2045
Motor Listrik Nasional Berpotensi Buka Lapangan Kerja di Kabupaten Bekasi
Kabupaten Bekasi Pimpin Jumlah Perpustakaan Terakreditasi di Jawa Barat
komentar
beritaTerbaru