Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI membuka Pelatihan Mandiri Peningkatan Kompetensi Guru Sekolah Dasar Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD-MBI) melalui platform Ruang Guru dan Tenaga Kependidikan (RGTK) di Rumah Pendidikan.
Dilansir dari laman
Kemendikdasmen, program ini menjadi bagian dari persiapan penerapan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di jenjang Sekolah Dasar (SD) mulai tahun ajaran 2027/2028.
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikdasmen Nunuk Suryani mengatakan pelatihan tersebut merupakan strategi untuk mempersiapkan guru secara bertahap agar mampu melaksanakan pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah.
"Kami mengharapkan dukungan Dinas Pendidikan dan UPT untuk mendorong satuan pendidikan yang menjadi sasaran prioritas, khususnya Sekolah Dasar yang belum memiliki guru dengan latar belakang bahasa Inggris," ujar Nunuk dalam keterangan resminya, 25 Agustus 2026.
Menurut Nunuk, pelatihan mandiri tersebut tidak seharusnya dipandang sebagai beban tambahan bagi guru. Sebaliknya, program itu diharapkan menjadi ruang bagi guru untuk terus belajar dan meningkatkan kompetensi.
Ia juga mendorong guru untuk memanfaatkan materi pembelajaran yang tersedia dan menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam proses belajar mengajar di kelas.
"Belajar tidak hanya dilakukan ketika ada pelatihan. Belajar perlu menjadi bagian dari budaya dan keseharian guru," katanya.
Program PKGSD-MBI menargetkan sebanyak 90.447 guru SD. Melalui skema pelatihan mandiri,
Kemendikdasmen menargetkan sekitar 30 ribu guru dapat mengikuti pelatihan setiap tahun.
Dengan skema tersebut, kebutuhan guru SD yang mengajar Bahasa Inggris ditargetkan dapat dituntaskan pelatihannya pada 2029.
Pelatihan mandiri RGTK PKGSD-MBI mulai dilaksanakan pada Agustus 2026. Program ini dirancang agar guru dapat belajar secara mandiri, fleksibel, dan terarah.
Materi pelatihan terbagi menjadi tiga topik. Topik pertama membahas perkenalan diri dan keluarga, topik kedua mengenai komunitas di sekolah, sedangkan topik ketiga membahas rutinitas harian.
Setiap topik dirancang untuk dapat diselesaikan maksimal satu bulan setelah peserta memulai pembelajaran melalui platform RGTK. Di akhir pelatihan, peserta akan mengikuti tes akhir dan memperoleh surat keterangan setelah menyelesaikan pembelajaran.
Guru SD Widuri Baleendah, Kabupaten Bandung, Wenny Milasari, menilai pelatihan tersebut bermanfaat bagi guru kelas yang belum memiliki kemampuan Bahasa Inggris secara optimal.
"Belum semua guru memiliki kemampuan Bahasa Inggris secara mumpuni, baik kosakata, grammar ataupun tenses secara terstruktur, sehingga dengan pelatihan ini memotivasi guru untuk belajar dan mau belajar Bahasa Inggris," ujar Wenny.
Ia menambahkan, pelatihan tersebut membantu guru memahami metode pembelajaran Bahasa Inggris yang menarik, bermakna, dan menyenangkan bagi peserta didik.
Kemendikdasmen berharap program PKGSD-MBI dapat memperluas kesempatan belajar bagi guru sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Inggris di tingkat sekolah dasar.
Program tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dasar dan mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua. (R)
beritaTerkait
komentar