Minggu, 23 Agustus 2026

Modular Summit 2026 Dorong Guru Ciptakan Pembelajaran Digital yang Kreatif dan Interaktif

Minggu, 23 Agustus 2026 14:00 WIB
Modular Summit 2026 Dorong Guru Ciptakan Pembelajaran Digital yang Kreatif dan Interaktif
Puncak kegiatan Program Modular SMA 2026 dilaksanakan melalui Modular Summit 2026 di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (20/8/2026).

Bogor (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI terus mendorong transformasi digital dalam dunia pendidikan melalui Program Modular (Membuat Konten Digital untuk Pembelajaran) SMA 2026.

Dilansir dari laman Kemendikdasmen, program tersebut menjadi wadah bagi para pendidik untuk mengembangkan konten pembelajaran digital yang kreatif, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan murid.

Puncak kegiatan Program Modular SMA 2026 dilaksanakan melalui Modular Summit 2026 di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada 20 Agustus 2026. Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat.

Dalam sambutannya, Atip mengatakan bahwa karakteristik murid SMA yang merupakan generasi digital, khususnya Generasi Z dan Generasi Alpha, menuntut adanya pembelajaran yang semakin visual, interaktif, dan kolaboratif. Menurutnya, transformasi digital dalam pendidikan bukan lagi sekadar pilihan, tetapi sudah menjadi kebutuhan.

"Transformasi digital di dunia pendidikan bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mutlak agar kualitas pembelajaran nasional tetap berkualitas, relevan, dan adaptif terhadap perkembangan zaman," ujar Atip.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah terus mendukung transformasi digital melalui penyediaan sarana dan prasarana teknologi, salah satunya Papan Interaktif Digital (PID). Namun, penggunaan teknologi tersebut harus diikuti dengan perubahan cara mengajar.

Digitalisasi pendidikan, kata Atip, tidak hanya berarti memindahkan materi dari buku ke layar. Lebih dari itu, teknologi harus dimanfaatkan untuk mengubah pembelajaran menjadi lebih bermakna, kontekstual, dan berpusat pada murid.

Meski teknologi dan kecerdasan artifisial (AI) semakin berkembang, Atip menegaskan bahwa peran guru tetap tidak dapat digantikan. Guru tetap memiliki peran penting dalam mendidik, membimbing, memberikan keteladanan, serta memahami kebutuhan murid.

"Pendidik tetap menjadi aktor utama yang tak tergantikan. Posisi pendidik sebagai educator tidak tergantikan dengan teknologi," tegasnya.

Program Modular SMA 2026 juga mendorong para pendidik untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu menghasilkan berbagai konten pembelajaran digital. Konten tersebut meliputi Media Pembelajaran Interaktif (MPI), gim edukasi, laboratorium maya, serta pemanfaatan kecerdasan artifisial dalam pembelajaran.

Direktur Sekolah Menengah Atas, Yuli Haryanto melaporkan bahwa Program MODULAR SMA 2026 diikuti oleh 4.025 peserta melalui lima sesi pendampingan. Dari proses pendampingan dan seleksi tersebut, sebanyak 692 peserta menghasilkan 2.052 konten pembelajaran digital.

Selanjutnya, sebanyak 874 konten lolos ke tahap penilaian dan ditetapkan 200 peserta untuk mengikuti Modular Summit 2026. Pada tahap finalisasi, para peserta terpilih menghasilkan 362 konten pembelajaran yang selanjutnya akan diunggah dan dimanfaatkan melalui Ruang Murid.

Modular Summit 2026 diikuti 200 peserta yang terdiri atas 100 peserta secara luring dan 100 peserta secara daring. Kegiatan tersebut juga melibatkan fasilitator, kurator, validator, praktisi pendidikan, serta 11 mitra pembelajaran.

Atip menegaskan bahwa karya dan pengetahuan yang diperoleh peserta tidak boleh berhenti setelah kegiatan summit selesai. Para peserta diharapkan menjadi penggerak yang membagikan pengetahuan dan keterampilan kepada pendidik lain di sekolah maupun di wilayah masing-masing.

Menurut Atip, perkembangan AI juga menuntut guru dan murid memiliki kemampuan untuk memahami, menilai, serta menggunakan teknologi secara tepat dan bertanggung jawab. Perkembangan teknologi bahkan dapat membuka peluang munculnya berbagai jenis pekerjaan baru, termasuk peluang bagi pendidik untuk menjadi kreator konten pembelajaran.

Melalui Modular Summit 2026, Kemendikdasmen berharap dapat membangun ekosistem pembelajaran digital yang tidak hanya didukung oleh teknologi, tetapi juga oleh kualitas konten dan kapasitas pendidik.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, BBPMP/BPMP, satuan pendidikan, dan berbagai mitra pembelajaran diharapkan semakin memperluas pemanfaatan konten digital untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di Indonesia.

Atip juga mengingatkan para peserta agar sekembalinya ke daerah masing-masing dapat menjadi inisiator yang aktif dalam menyebarluaskan ilmu dan keterampilan yang diperoleh kepada rekan sejawat serta pendidik lainnya. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kemendikdasmen Siapkan Anggaran Rp61,1 Triliun untuk Pendidikan Tahun 2027
Papan Interaktif Digital Dorong Guru di Bandung Barat Ciptakan Pembelajaran Lebih Interaktif
Kemendikdasmen Apresiasi Bengkayang Perkuat Kompetensi Guru di Wilayah Terpencil
Kemendikdasmen Perkuat Akses Pendidikan melalui Beasiswa SCG Sharing the Dream 2026
Kemendikdasmen Percepat Revitalisasi SLB, Wujudkan Pendidikan Inklusif di Yogyakarta
Kemendikdasmen Dorong Guru Vokasi Kuasai AI untuk Hadapi Perkembangan Teknologi
komentar
beritaTerbaru