Kamis, 08 Oktober 2026

Pemprov Jateng Perluas Akses Pendidikan, Ribuan Siswa Kurang Mampu Terbantu

Senin, 17 Agustus 2026 19:50 WIB
Pemprov Jateng Perluas Akses Pendidikan, Ribuan Siswa Kurang Mampu Terbantu
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi foto bersama dengan para siswa.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa kondisi ekonomi tidak boleh membuat anak kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan.

Menurutnya, pendidikan merupakan investasi penting untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus memutus mata rantai kemiskinan. "Pendidikan ini merupakan investasi masa depan," kata Luthfi.

Perluasan akses pendidikan juga diiringi komitmen pemerintah untuk menjaga proses penerimaan murid agar berlangsung adil dan transparan.

Luthfi berulang kali menegaskan prinsip "no titip, no jastip" dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jawa Tengah.

"Tidak ada satu pun SMA di tempat kita yang titip-titip. No titip, no jastip. Kalau ada, saya copot kepseknya," tegasnya.

SPMB Jawa Tengah harus dilaksanakan secara transparan, terbuka, objektif, dan tanpa diskriminasi. Proses tersebut juga diawasi oleh Ombudsman untuk memastikan penerimaan murid berjalan sesuai ketentuan.

Pemprov Jateng juga membuka kesempatan pendidikan bagi anak-anak yang memiliki bakat dan prestasi olahraga melalui SMA Negeri Keberbakatan Olahraga (SMANKO) Jawa Tengah.

Sekolah berasrama yang berada di Kawasan Olahraga Jatidiri, Kota Semarang, tersebut memungkinkan atlet muda tetap memperoleh pendidikan formal sambil menjalani latihan dan mengikuti kompetisi.

Pada tahun ajaran 2025/2026, SMANKO menampung 252 siswa. Sebanyak 21 cabang olahraga menjadi fokus pembinaan, antara lain atletik, angkat besi, panjat tebing, dan wushu.

Dalam Popnas 2025, siswa SMANKO turut menyumbangkan enam medali emas, satu perak, dan dua perunggu untuk Jawa Tengah.

Untuk tahun ajaran 2026/2027, siswa yang lolos seleksi mendapatkan berbagai fasilitas, seperti asrama, konsumsi, pembebasan biaya pendidikan dan latihan, perlengkapan atlet, uang saku bulanan, program uji tanding dan kejuaraan, serta perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.

Kesempatan pendidikan bagi siswa Jawa Tengah juga diperluas melalui Program Beasiswa Sister Province ke Korea Selatan.

Program tersebut ditujukan bagi siswa dari keluarga kurang mampu dengan konsep pendidikan berbasis kompetensi kerja. Harapannya, lulusan program dapat memiliki keterampilan yang mampu meningkatkan taraf ekonomi keluarga.

Antusiasme masyarakat terhadap program ini cukup tinggi. Sebanyak 1.825 orang mendaftar, kemudian diseleksi menjadi 100 peserta dan kembali dikerucutkan menjadi 62 orang.

Para peserta mengikuti pelatihan serta ujian kemampuan bahasa Korea sebagai salah satu tahapan seleksi. Berbagai kebutuhan program, mulai dari pelatihan, tes, pendidikan, visa, hingga keberangkatan, difasilitasi melalui dukungan pemerintah dan mitra.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Jawa Tengah per 22 Juli 2026, sebanyak 59 peserta telah memasuki proses pembuatan visa sebelum diberangkatkan ke Korea Selatan.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno mengatakan Beasiswa Sister Province bukan sekadar program mengirim pelajar ke luar negeri, melainkan bagian dari strategi meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus membantu pengentasan kemiskinan.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Nawal Arafah Yasin Dorong Penggunaan AI untuk Tingkatkan Daya Kritis Anak
Bunda PAUD Jateng Dukung Perjuangan Guru PAUD Raih Kesetaraan Hak Profesi
Nawal Dorong Batik Sragen Berkolaborasi dengan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Porprov XVII Jateng Diikuti 7.990 Atlet, Jadi Ajang Pembinaan Menuju PON
Gubernur Jateng Dorong MES Perkuat UMKM dan Ekonomi Syariah
Pemprov Jateng Percepat Verifikasi 4.230 Gerai Koperasi Merah Putih
komentar
beritaTerbaru