Jumat, 14 Agustus 2026

Kemendikdasmen Dorong Guru Vokasi Kuasai AI untuk Hadapi Perkembangan Teknologi

Jumat, 14 Agustus 2026 17:15 WIB
Kemendikdasmen Dorong Guru Vokasi Kuasai AI untuk Hadapi Perkembangan Teknologi
Kemendikdasmen RI terus mendorong peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan vokasi agar mampu mengikuti perkembangan teknologi yang semakin pesat, termasuk dalam pemanfaatan kecerdasan buatan atau AI.

Tasikmalaya (buseronline.com) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI terus mendorong peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan vokasi agar mampu mengikuti perkembangan teknologi yang semakin pesat, termasuk dalam pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Upaya tersebut dilakukan melalui Program Peningkatan Kompetensi bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Vokasi Tahun 2026 Angkatan 4 yang menjadikan AI sebagai salah satu materi pelatihan. Program ini dinilai penting mengingat sekolah menengah kejuruan (SMK) dituntut untuk terus menyesuaikan kompetensi pembelajaran dengan perkembangan dan kebutuhan industri.

Salah satu peserta pelatihan, Muhammad, guru Desain Komunikasi Visual (DKV) SMK Negeri 1 Tasikmalaya, menyambut antusias kegiatan tersebut. Ia menilai pemanfaatan AI saat ini berkembang sangat masif sehingga guru perlu memahami sekaligus mengoptimalkan teknologi tersebut dalam mendukung proses pendidikan.

"Di era yang luar biasa saat ini, apalagi AI, kadang kita hanya tahu AI tapi belum memaksimalkan teknologi ini. Jadi saya sangat antusias sekali mengikuti pelatihan ini," ujar Muhammad dilansir dari laman Kemendikdasmen.

Ia berharap pelatihan peningkatan kompetensi seperti ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Menurutnya, pelatihan juga perlu dibuat secara bertahap, mulai dari tingkat pemula hingga mahir, sehingga guru dapat meningkatkan kemampuan secara sistematis.

"Memperbanyak pelatihan untuk meningkatkan SDM, tidak hanya satu kali. Guru-guru yang belum itu bergiliran untuk ikut, jadi tidak hanya satu kali dan ada tingkatannya juga, mulai dari pemula hingga tingkat mahir," katanya.

Hal senada disampaikan Samrah Hadian Ardi, guru DKV SMK Negeri 4 Tasikmalaya. Ia menilai pelatihan AI sangat dibutuhkan karena guru memiliki peran penting dalam membimbing peserta didik menggunakan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.

Menurut Samrah, AI dapat memberikan banyak manfaat dalam mendukung pekerjaan dan pembelajaran. Namun, manusia tetap harus menjadi pihak yang mengendalikan penggunaannya.

"Pelatihan ini saya rasa sangat dibutuhkan karena sekarang zamannya teknologi berkembang, apalagi sekarang itu ada AI. Ini bisa membantu kita tetapi kita tetap harus bisa mengendalikan, bukan AI yang mengendalikan kita, tetapi AI yang kita kendalikan," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Mesin dan Teknik Industri (BBPPMPV BMTI), Baharudin menegaskan komitmen lembaganya dalam meningkatkan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan vokasi di berbagai daerah.

Peningkatan kompetensi tersebut tidak hanya ditujukan bagi guru, tetapi juga kepala sekolah, pengawas, hingga instruktur lembaga kursus.

"Tahun ini BMTI melatih 3.159 pendidik dan tenaga kependidikan (PTK). Insyaallah dalam tahun ini target kami bahkan mencapai lebih dari 100 persen sampai akhir tahun," ungkap Baharudin.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat juga mengingatkan guru vokasi agar terus meningkatkan kompetensi seiring dengan perubahan teknologi yang berlangsung cepat.

"Kecepatan teknologi sekarang tidak lagi dalam hitungan tahun, mungkin ke depan dalam hitungan satu bulan sudah muncul teknologi baru. Ini tantangan yang luar biasa," kata Atip.

Menurutnya, kemampuan beradaptasi menjadi hal penting bagi guru vokasi agar pembelajaran di SMK tetap relevan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan dunia kerja.

Melalui program peningkatan kompetensi tersebut, Kemendikdasmen berharap guru dan tenaga kependidikan vokasi semakin siap menghadapi transformasi digital serta mampu membekali peserta didik dengan keterampilan yang sesuai dengan tuntutan industri. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kemendikdasmen Percepat Revitalisasi SLB, Wujudkan Pendidikan Inklusif di Yogyakarta
Kemendikdasmen Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan di Kabupaten Bungo
Kemendikdasmen Perkuat Kompetensi Digital Guru melalui Program KLIC 2026
Kemendikdasmen Resmikan Ruang Kelas Darurat dan Revitalisasi SMP Insani Sorkam Pascabanjir
Kemendikdasmen Revitalisasi SLBN Purwosari dan Salurkan Buku Bacaan Bermutu di Kudus
Kemendikdasmen Perkuat Tracer Study SMK 2026 untuk Tingkatkan Kualitas Lulusan Vokasi
komentar
beritaTerbaru