Minggu, 02 Agustus 2026

Mendikdasmen Dorong Pengembangan Sastra Digital untuk Perkuat Karakter dan Literasi Siswa

Minggu, 02 Agustus 2026 10:50 WIB
Mendikdasmen Dorong Pengembangan Sastra Digital untuk Perkuat Karakter dan Literasi Siswa
Mendikdasmen RI Abdul Mu'ti saat menjadi narasumber dalam Talkshow Hari Puisi Nasional di Jakarta, Senin (27/7/2026).

Jakarta (buseronline.com) - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu'ti menegaskan pentingnya sastra sebagai bagian dari pendidikan karakter dan penguatan literasi peserta didik.

Menurutnya, anak-anak perlu mendapatkan ruang yang lebih luas untuk berekspresi dan mengembangkan imajinasi, termasuk melalui pemanfaatan teknologi digital.

Dilansir dari laman Kemendikdasmen, pernyataan tersebut disampaikan Abdul Mu'ti saat menjadi narasumber dalam Talkshow Hari Puisi Nasional di Jakarta, Senin.

Ia menekankan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada pengembangan kemampuan berpikir, tetapi juga harus menumbuhkan olah rasa, olah hati, dan olah raga secara seimbang.

"Pendidikan itu ada empat, yaitu olah raga, olah rasa, olah pikir, dan olah hati. Keempatnya harus tumbuh semuanya dan harus kita berikan ruang yang terintegrasi," ujar Abdul Mu'ti.

Menurutnya, di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, ruang untuk mengembangkan olah rasa harus terus diperluas. Sastra dinilai mampu menjadi media bagi peserta didik untuk mengekspresikan gagasan, imajinasi, dan perasaan melalui bahasa yang santun sekaligus membentuk karakter yang kuat.

Abdul Mu'ti menilai perkembangan teknologi tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman bagi dunia sastra. Sebaliknya, teknologi dapat dimanfaatkan sebagai media baru untuk mendorong kreativitas generasi muda dan memperluas ekosistem literasi di Indonesia.

Ia mengungkapkan bahwa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah berencana mengembangkan konsep digital poetry atau puisi digital sebagai salah satu inovasi dalam dunia literasi.

Selain itu, kementerian juga telah menyediakan platform Rumah Pendidikan yang dapat dimanfaatkan oleh guru dan peserta didik untuk mempublikasikan berbagai karya, termasuk karya sastra.

"Kita ke depan perlu memikirkan digital poetry atau puisi-puisi digital. Kita punya Rumah Pendidikan yang bisa diisi oleh anak-anak dan guru dengan berbagai karya, termasuk karya sastra puisi. Selain itu, kita juga memiliki Majalah Literasi yang diterbitkan secara rutin oleh kementerian," kata Abdul Mu'ti.

Melalui penguatan sastra dan pemanfaatan ruang digital, pemerintah berharap budaya literasi di kalangan peserta didik semakin berkembang serta mampu melahirkan generasi yang kreatif, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kemendikdasmen Perkuat Perlindungan Murid Lewat Empat Pilar Pendidikan dan Pembatasan Gawai
Kemendikdasmen Perkuat Link and Match SMK dengan Industri Melalui Benchmarking di Batam
Indonesia dan Thailand Perbarui Kerja Sama Pendidikan, Perkuat Pertukaran Guru dan Pembelajaran AI
Mendikdasmen Hadiri ASED Ke-14, ASEAN Sepakati Arah Baru Kerja Sama Pendidikan
HAN 2026, Kemendikdasmen dan Pemprov Kepri Perkuat Pendidikan Inklusif dan Sekolah Ramah Anak
Kemendikdasmen dan Polri Kolaborasi Tingkatkan Literasi AI bagi Pelajar
komentar
beritaTerbaru