Selasa, 21 Juli 2026

KPK Gandeng Perguruan Tinggi, Ajak Mahasiswa Papua Awasi Pengelolaan Dana Otsus

Senin, 20 Juli 2026 14:25 WIB
KPK Gandeng Perguruan Tinggi, Ajak Mahasiswa Papua Awasi Pengelolaan Dana Otsus
Ketua KPK Setyo Budiyanto saat memberikan Kuliah Umum Pendidikan Antikorupsi di Uncen, Jayapura, Jumat (17/7/2026).

Jayapura (buseronline.com) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengajak mahasiswa di Papua mengambil peran lebih besar dalam mengawal tata kelola pemerintahan yang bersih, terutama dalam pengelolaan Dana Otonomi Khusus (Otsus).

Dilansir dari laman KPK, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi KPK memperkuat pemberantasan korupsi melalui pendekatan pendidikan dengan melibatkan perguruan tinggi sebagai mitra strategis.

Ajakan itu disampaikan Ketua KPK Setyo Budiyanto saat memberikan Kuliah Umum Pendidikan Antikorupsi di Universitas Cenderawasih (Uncen), Jayapura, Jumat.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Rektor II Universitas Cenderawasih Dr Ferdinand Risamasu, serta ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Jayapura.

Dalam kuliah umum bertajuk "Arsitektur Kewenangan KPK Pasca KUHP 2023 dan KUHAP 2025", Setyo menegaskan bahwa mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai kelompok intelektual yang mampu mengawal kebijakan publik secara kritis, objektif, dan berbasis data.

Menurutnya, keterlibatan mahasiswa sangat penting dalam mengawasi pengelolaan Dana Otsus Papua agar pelaksanaannya berlangsung transparan, akuntabel, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Dana Otsus ini telah dikelola Pemerintah Provinsi Papua sejak tahun 2001. KPK mendorong agar pengelolaannya dilakukan secara transparan, akuntabel, dan terbuka, baik dari sisi penerimaan maupun penggunaannya," kata Setyo.

Ia menilai keterbukaan informasi menjadi kunci untuk memperkuat pengawasan publik. Dengan transparansi, masyarakat, akademisi, dan mahasiswa dapat memantau penggunaan anggaran sehingga potensi penyimpangan dapat dicegah sejak dini.

Setyo juga menekankan bahwa pemberantasan korupsi tidak dapat hanya mengandalkan aparat penegak hukum.

Menurutnya, keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk sivitas akademika, sangat dibutuhkan untuk membangun tata kelola pemerintahan yang lebih baik melalui kajian, penelitian, dan rekomendasi kebijakan berbasis bukti.

Selain memperkuat pengawasan, KPK juga terus mendorong tumbuhnya budaya integritas di lingkungan perguruan tinggi. Kampus dinilai memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda melalui penanaman nilai kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap kepentingan publik.

Wakil Rektor II Universitas Cenderawasih, Dr Ferdinand Risamasu, menyatakan pihaknya menyambut baik kolaborasi dengan KPK. Menurutnya, sinergi tersebut akan memperkuat ekosistem antikorupsi di Papua melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Ia menambahkan, Universitas Cenderawasih telah memiliki Pusat Studi Antikorupsi yang akan terus dikembangkan sebagai wadah kajian, pendidikan, dan penguatan budaya integritas.

Kuliah umum diakhiri dengan sesi dialog interaktif yang diikuti antusias oleh para mahasiswa. Berbagai pertanyaan disampaikan mengenai tantangan pemberantasan korupsi di Papua, pengawasan Dana Otsus, hingga kontribusi generasi muda dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

Melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi, KPK berharap semakin banyak generasi muda Papua yang berani menjaga integritas serta aktif mengawal pembangunan daerah agar pengelolaan Dana Otsus benar-benar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat. (R)

Editor
: Administrator
Tags
beritaTerkait
Tiga Anggota KKB Tewas dalam Operasi Damai Cartenz di Yahukimo
KPK Tegaskan Pelaporan Gratifikasi Perkuat Pencegahan Korupsi
KPK Perkuat Sinergi APH dan Lembaga Pengawasan untuk Berantas Korupsi di Papua
KPK Dorong Evaluasi Menyeluruh Tata Kelola Dana Otsus Papua
KPK Bekali Jurnalis Pemahaman Komprehensif tentang Pemberantasan Korupsi
KPK Dorong Kementerian PU Perkuat Tata Kelola dan Integritas Pembangunan Infrastruktur
komentar
beritaTerbaru