Bandung (buseronline.com) - Pemerintah Kota (Pemko) Bandung mengirim dua delegasi untuk mengikuti ajang Youth City Changer 2026 di Kota Medan.
Dilansir dari laman Jabarprov, keikutsertaan tersebut diharapkan dapat membawa pulang inovasi dan rekomendasi kebijakan yang mendukung pembangunan daerah.
Kepala Bidang Kepemudaan Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bandung Willy Wiradhika mengatakan Youth City Changer menjadi ruang kolaborasi bagi para pemuda dari berbagai kota di Indonesia.
"Harapannya, Youth City Changer bisa menjadi ruang bagi pemuda untuk menyampaikan inovasi yang telah mereka lakukan dan memberikan manfaat bagi pembangunan di daerah masing-masing," kata Willy, Senin.
Willy menjelaskan, Kota Bandung mengirim Putri dan Alfath Fadhilah sebagai delegasi berdasarkan rekam jejak, komitmen, serta kontribusi nyata dalam kegiatan kepemudaan.
Putri dikenal aktif mengangkat isu kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, sedangkan Alfath konsisten mengampanyekan keterlibatan pemuda dalam pembangunan kota.
"Hal yang menjadi pertimbangan kami adalah komitmen mereka terhadap isu yang diperjuangkan, rekam jejak yang baik, aktif dalam diskusi publik, forum kemasyarakatan, serta kampanye yang membawa dampak positif," ujarnya.
Menurutnya, pemuda memiliki peran sebagai inovator sekaligus problem solver dalam mendukung pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.
"Pemuda jangan hanya menjadi penonton. Mereka harus aktif menyampaikan aspirasi, menawarkan inovasi, membuat kajian hingga menghadirkan solusi yang bisa membantu Kota Bandung menjadi lebih baik," jelasnya.
Selain membawa praktik baik dari Kota Bandung, kedua delegasi juga diharapkan dapat mengadopsi berbagai inovasi dari kota lain untuk diterapkan sesuai kebutuhan daerah.
"Program-program yang diperoleh dari daerah lain mudah-mudahan bisa dikembangkan di Kota Bandung sebagai salah satu solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi," ujar Willy.
Sementara itu, Delegasi Kota Bandung, Alfath Fadhilah mengatakan Youth City Changer mempertemukan pemuda dari 98 kota di Indonesia untuk merumuskan solusi pembangunan daerah.
"Di sana kami tidak hanya bertukar ide, tetapi juga menyusun rekomendasi kebijakan yang nantinya dibawa kembali ke daerah masing-masing," ujar Alfath.
Selama kegiatan di Kota Medan, peserta mengikuti Bursa Ide untuk mempresentasikan program unggulan serta Kombur yang membahas berbagai tantangan pembangunan perkotaan.
Kota Bandung juga dipercaya menjadi satu dari delapan kota yang tergabung dalam tim perumus rekomendasi pemuda untuk Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) 2026.
Alfath menilai pengalaman tersebut semakin menguatkan keyakinannya bahwa pemuda mampu menghadirkan solusi nyata apabila memiliki kapasitas dan kepedulian.
"Anak muda harus terus meningkatkan kapasitas diri, memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar dan bangga terhadap identitas kotanya. Ketika kesadaran dan kepedulian itu tumbuh maka kontribusi nyata untuk pembangunan kota juga akan semakin besar," katanya.
Sepulang dari Youth City Changer, Alfath berkomitmen melanjutkan gerakan literasi, kesehatan mental, isu sosial, kesetaraan gender, dan peningkatan kapasitas pemuda di Kota Bandung.
"Kami ingin pengalaman yang didapat di Youth City Changer benar-benar memberikan dampak nyata bagi Kota Bandung. Semoga semakin banyak anak muda yang tergerak untuk ikut berkontribusi membangun kota tercinta," tuturnya. (R)
beritaTerkait
komentar