Saat ini,
Rumah Pendidikan telah mengintegrasikan 66 layanan pendidikan, dimanfaatkan lebih dari 6,9 juta pengguna, menyediakan 4.843 sumber belajar gratis, serta membantu lebih dari 104 ribu guru di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) meningkatkan kualitas pembelajaran.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti menyebut pencapaian tersebut sebagai tonggak penting karena untuk pertama kalinya sejak WSIS Prizes digelar pada 2012, Indonesia berhasil meraih predikat Winner kategori e-Government melalui inovasi digital karya anak bangsa.
Sementara itu, Deputi Wakil Tetap RI/Duta Besar PTRI Jenewa, Achsanul Habib, mengatakan keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa inovasi Indonesia mampu bersaing di tingkat global dan menjadi kebanggaan bagi guru, peserta didik, orang tua, serta seluruh masyarakat Indonesia.
Penghargaan ini semakin memperkuat komitmen Indonesia dalam memanfaatkan transformasi digital untuk meningkatkan mutu pendidikan sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam mewujudkan pendidikan bermutu dan inklusif bagi seluruh masyarakat. (R)
beritaTerkait
komentar