Sebagai bentuk implementasi budaya literasi,
Kemendikdasmen terus mendorong penerapan pendekatan Deep Learning atau pembelajaran mendalam. Melalui pendekatan ini, peserta didik didorong untuk tidak hanya membaca secara pasif, tetapi juga menelaah buku, mengeksplorasi lingkungan sekitar, dan menghasilkan karya nyata.
Selain itu, kementerian berkomitmen mentransformasi perpustakaan sekolah menjadi learning commons atau pusat pembelajaran aktif yang inklusif. Perpustakaan kementerian juga dikembangkan menjadi "Rumah Pendidikan" yang terbuka bagi seluruh masyarakat sebagai ruang belajar, membaca, dan berdiskusi.
Abdul Mu'ti berharap budaya membaca dapat terus ditanamkan kepada generasi muda sebagai fondasi pembentukan karakter yang tangguh dan berdaya saing.
"Jadikanlah membaca sebagai kebiasaan, bukan sekadar kewajiban. Jadikanlah setiap buku yang kalian baca sebagai bahan refleksi, bukan sekadar informasi yang lewat begitu saja," pungkasnya. (R)
beritaTerkait
komentar