Minggu, 21 Juni 2026

Bunda PAUD Jateng Ajak Guru Tanamkan Keteladanan Tokoh NU Sejak Dini

Minggu, 21 Juni 2026 14:40 WIB
Bunda PAUD Jateng Ajak Guru Tanamkan Keteladanan Tokoh NU Sejak Dini
Bunda PAUD Provinsi Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin saat menghadiri Gebyar Generasi Nahdliyin bertema “Aku Bangga Meneladani Tokoh NU” yang diselenggarakan Ikatan Guru PAUD NU di Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jumat (19/6/2026).

Kendal (buseronline.com) - Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Provinsi Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin mengajak para guru PAUD untuk menanamkan keteladanan tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama (NU) kepada anak-anak sejak usia dini guna memperkuat pendidikan karakter generasi muda.

Dilansir dari laman Jatengprov, ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri Gebyar Generasi Nahdliyin bertema "Aku Bangga Meneladani Tokoh NU" yang diselenggarakan Ikatan Guru PAUD NU di Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jumat.

Menurut Nawal, pengenalan tokoh NU kepada anak-anak tidak cukup hanya sebatas mengenalkan nama dan sosoknya. Yang lebih penting adalah menanamkan nilai-nilai luhur yang diwariskan para ulama agar dapat menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menuturkan, banyak keluarga yang memasang foto tokoh-tokoh NU seperti KH Hasyim Asy'ari, KH Abdurrahman Wahid, dan KH Maimoen Zubair di rumah. Namun, nilai keteladanan para tokoh tersebut belum sepenuhnya dikenalkan kepada anak-anak.

"Kita harus mampu mentransformasikan nilai-nilai kepada anak-anak, bagaimana karakter dari tokoh-tokoh NU sehingga mereka bisa meniru karakter dan meneladaninya," ujar Nawal.

Ia menjelaskan, salah satu nilai utama yang perlu ditanamkan adalah pentingnya ilmu yang diiringi dengan amal. Para tokoh NU, kata dia, tidak hanya menuntut ilmu, tetapi juga mengamalkannya untuk kemaslahatan masyarakat.

Selain itu, Nawal menekankan pentingnya meneladani akhlak para ulama yang dikenal rendah hati, dekat dengan masyarakat, dan menjaga tradisi-tradisi baik yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Nawal berharap lembaga PAUD tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga mampu membentuk karakter dan akhlakul karimah anak sejak dini. Ia juga mengajak guru dan orang tua untuk menanamkan kecintaan terhadap mengaji, pesantren, dan tradisi keislaman sebagai bekal bagi masa depan anak.

"Anak-anak harus mulai diajari mengaji, diajari untuk cinta pesantren, dan menjadikan akhlakul karimah sebagai pondasi dalam pendidikannya," tuturnya. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Luthfi Minta Bank Jateng Perkuat Permodalan UMKM, Dorong Naik Kelas Pelaku Usaha
Pemprov Jateng Dorong Keterlibatan Ayah Lewat Gerakan Ambil Rapor dan Antar Anak Sekolah
Ratusan Anak PAUD Ikuti Program PMT 2026, Airin Rico Waas: Investasi untuk Generasi Masa Depan
UMKM Boyolali Tembus Pasar Internasional, Kreasi Kayukuu Raup Omzet Hingga Rp800 Juta per Bulan
KPK Apresiasi Jateng, Jadi Pilot Project Nasional Perizinan Tambang MBLB
Kepala Sekolah Didorong Perkuat Layanan Informasi dalam SPMB Ramah 2026
komentar
beritaTerbaru