Minggu, 14 Juni 2026

Dua Inovasi Digital Kemendikdasmen Raih Pengakuan Dunia di WSIS Prizes 2026

Minggu, 14 Juni 2026 12:00 WIB
Dua Inovasi Digital Kemendikdasmen Raih Pengakuan Dunia di WSIS Prizes 2026
Dua inovasi digital unggulan Kemendikdasmen, Rumah Pendidikan dan Anugerah Bug Bounty, berhasil meraih predikat Champion Project dalam ajang WSIS Prizes 2026 yang diselenggarakan oleh ITU, badan telekomunikasi PBB.

Jakarta (buseronline.com) - Dua inovasi digital unggulan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Rumah Pendidikan dan Anugerah Bug Bounty, berhasil meraih predikat Champion Project dalam ajang World Summit on the Information Society (WSIS) Prizes 2026 yang diselenggarakan oleh International Telecommunication Union (ITU), badan telekomunikasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Dilansir dari laman Kemendikdasmen, penghargaan tersebut menjadi pengakuan internasional atas upaya Indonesia dalam membangun ekosistem pendidikan digital yang aman, inklusif, dan berdampak luas.

Capaian ini juga memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara yang aktif mengembangkan Infrastruktur Digital Publik (Digital Public Infrastructure).

Rumah Pendidikan merupakan superaplikasi pendidikan nasional yang mengintegrasikan berbagai layanan pendidikan dalam satu platform digital terpadu.

Sementara Anugerah Bug Bounty merupakan kompetisi keamanan siber berbasis pelaporan kerentanan yang melibatkan partisipasi publik untuk menjaga keamanan ekosistem digital pendidikan.

Kedua program tersebut menjadi bagian dari Digitalisasi Pembelajaran yang termasuk dalam Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden. Program ini dirancang untuk mendukung pembelajaran yang lebih interaktif, merata, dan berkualitas bagi seluruh peserta didik di Indonesia.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti mengatakan penghargaan tersebut membuktikan bahwa transformasi digital pendidikan Indonesia telah mendapat pengakuan dunia.

"Pengakuan ini membuktikan bahwa transformasi digital pendidikan Indonesia bukan sekadar agenda teknologi, melainkan komitmen negara untuk memastikan setiap murid, di mana pun mereka berada, mendapatkan pendidikan berkualitas," ujar Abdul Mu'ti.

Menurutnya, melalui program Digitalisasi Pembelajaran, pemerintah tengah membangun fondasi pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masa depan sekaligus mampu menjawab berbagai tantangan pendidikan nasional.

Prestasi tersebut diraih melalui proses seleksi yang ketat. Dari 1.596 proyek yang terdaftar dari berbagai negara, hanya 360 proyek yang lolos sebagai nominasi pada 18 kategori WSIS Action Lines. Pada tahap pemungutan suara publik, tercatat sebanyak 2,2 juta suara diberikan untuk seluruh nominasi.

Rumah Pendidikan berhasil menjadi Champion Project pada kategori E-Government, sedangkan Anugerah Bug Bounty meraih penghargaan pada kategori Building Confidence and Security in Use of ICTs.

Abdul Mu'ti menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kedua inovasi tersebut, mulai dari guru, peserta didik, hingga masyarakat luas.

Ia menegaskan bahwa capaian ini menjadi motivasi untuk terus memperkuat transformasi digital pendidikan nasional dan mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam mewujudkan akses pendidikan yang berkualitas, aman, dan setara bagi seluruh anak Indonesia.

Meski telah meraih status Champion Project, proses penilaian WSIS Prizes 2026 masih berlangsung. Para finalis akan kembali bersaing untuk memperebutkan gelar Winner yang akan diumumkan pada malam puncak WSIS Forum 2026 di Jenewa, Swiss, pada 9 Juli 2026. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kemendikdasmen Paparkan Keberhasilan Transformasi Digital PAUD di Forum Internasional CPRN 2026
Kemendikdasmen Perkuat Pelindungan Anak di Ruang Digital melalui Literasi dan Edukasi Keamanan Siber
Kemendikdasmen Percepat Reformasi Guru, TPG Naik Rp2 Juta dan 230 Ribu Guru Ikuti PPG pada 2026
Kemendikdasmen Siapkan Relokasi dan Pembangunan Sekolah Baru untuk SDN 10 Linge Pascabanjir Bandang
Kemendikdasmen Revitalisasi 123 Satuan Pendidikan di Kaltim, Dorong Pendidikan Bermutu untuk Semua
Kemendikdasmen Ajak Masyarakat Kembangkan Konten Digital Interaktif untuk Pendidikan Kesetaraan
komentar
beritaTerbaru