Selasa, 26 Mei 2026

Presiden Prabowo Resmikan Renovasi Museum dan Perpustakaan Seskoad di Bandung

Senin, 25 Mei 2026 22:12 WIB
Presiden Prabowo Resmikan Renovasi Museum dan Perpustakaan Seskoad di Bandung
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan renovasi museum dan perpustakaan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat di Bandung, Senin (25/5/2026).

Bandung (buseronline.com) - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan renovasi museum dan perpustakaan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat di Bandung, Senin (25/5/2026). Peresmian tersebut menegaskan posisi Seskoad sebagai lembaga pendidikan strategis yang telah melahirkan banyak pemimpin nasional maupun internasional.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa renovasi museum dan perpustakaan Seskoad diharapkan dapat memperkuat fungsi pendidikan dan pembinaan kepemimpinan bagi para perwira TNI AD.

"Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada pagi hari ini, hari Senin, 25 Mei 2026, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia dengan ini meresmikan renovasi museum dan perpustakaan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat," ujar Presiden Prabowo.

Seskoad tercatat telah melahirkan sejumlah tokoh penting bangsa. Selain Presiden Prabowo, Presiden ke-2 RI Soeharto dan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono juga merupakan alumni lembaga tersebut.

Tak hanya itu, tiga lulusan Seskoad juga pernah dipercaya menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia, yakni Umar Wirahadikusumah, Sudharmono, dan Try Sutrisno.

Di tingkat internasional, Seskoad juga memiliki reputasi yang kuat. Empat Kepala Staf Angkatan Darat Singapura tercatat pernah menempuh pendidikan di lembaga tersebut, yakni Neo Kian Hong, Melvyn Ong Su Kiat, David Neo Chin Wee, serta KSAD Singapura saat ini Cai Dexian.

Kepala Departemen Kejuangan dan Doktrin Seskoad, Desi Ariyanto menjelaskan museum tersebut menjadi sarana penting bagi para perwira untuk mempelajari sejarah perjuangan, strategi perang, serta nilai-nilai kepemimpinan.

"Museum ini tujuannya didirikan pada saat itu adalah sebagai tempat untuk menggali semua sejarah karena kita sebagai militer, kita harus tahu khususnya sejarah perang, sejarah militer dan di dalam sejarah perang itu juga ada leadership," kata Desi Ariyanto.

Selain museum, Seskoad juga memiliki perpustakaan dengan koleksi sekitar 42 ribu buku. Setiap tahunnya, sekitar 500 siswa mengikuti pendidikan di Seskoad, termasuk sekitar 30 siswa mancanegara.

"Mereka belajar di sini. Di museum lantai satu mereka belajar sejarah, di lantai dua mereka mengisi dirinya sehingga memiliki kemampuan, keterampilan dan khususnya olah pikir tidak hanya kemiliteran, juga ilmu pemerintahan," ujarnya. (DKI1)

Editor
: GY Simanjuntak MSi
beritaTerkait
Presiden Prabowo Komitmen Perkuat Kedaulatan Pangan dan Hentikan Kebocoran Kekayaan Negara
Prabowo Subianto Tinjau Panen Raya Udang di Kebumen, Warga Sambut Antusias
Presiden Prabowo Bahas Antisipasi Krisis Ekonomi Bersama Tokoh Ekonomi Nasional
Presiden Prabowo: Peran Swasta Penting dalam Mendorong Kemakmuran Nasional
USU Siapkan SDM Masa Depan Bangsa
Program “Istana untuk Anak Sekolah” Beri Pengalaman Berkesan bagi Ratusan Pelajar dan Mahasiswa
komentar
beritaTerbaru