Munich (buseronline.com) - Juventus harus menelan hasil mengecewakan saat menjamu Lecce pada lanjutan kompetisi Serie A Italia. Bermain di Stadion Allianz, Minggu (4/1/2026) dini hari WIB, Bianconeri hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan tim papan bawah, Lecce, setelah penyerang andalan mereka, Jonathan David, gagal mengeksekusi penalti di babak kedua.
Sejak awal pertandingan, Juventus tampil dominan dengan menguasai penguasaan bola dan menekan pertahanan tim tamu. Namun, solidnya lini belakang Lecce membuat sejumlah peluang yang diciptakan Kenan Yildiz dan Weston McKennie belum membuahkan hasil.
Petaka justru datang bagi tuan rumah di penghujung babak pertama. Kesalahan koordinasi di lini pertahanan Juventus dimanfaatkan dengan baik oleh Lecce. Berawal dari umpan lemah Andrea Cambiaso, Lameck Banda berhasil mencuri bola dan menaklukkan kiper Juventus untuk membawa Giallorossi unggul 1-0 pada menit ke-45. Skor tersebut bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Juventus meningkatkan intensitas serangan. Upaya tersebut membuahkan hasil pada menit ke-49. Weston McKennie berhasil menyamakan kedudukan setelah memanfaatkan bola liar hasil pantulan dari percobaan Kenan Yildiz yang sempat diblok pemain bertahan Lecce. Tendangan McKennie tak mampu diantisipasi kiper Lecce, Wladimiro Falcone, sehingga skor berubah menjadi 1-1.
Momentum kemenangan sebenarnya berada di tangan Juventus pada menit ke-66. Setelah melakukan tinjauan VAR, wasit menunjuk titik putih akibat handball yang dilakukan gelandang Lecce, Mohamed Kaba, di dalam kotak penalti. Jonathan David dipercaya sebagai algojo.
Namun, peluang emas tersebut gagal dimanfaatkan dengan baik. David memilih melakukan tendangan penalti dengan teknik Panenka, tetapi bola yang dilepaskan terlalu lemah. Falcone yang sudah bergerak masih mampu menghalau bola dengan kakinya, sekaligus menggagalkan kesempatan Juventus berbalik unggul.
Kegagalan penalti tersebut membuat atmosfer Stadion Allianz berubah tegang. Juventus tetap menekan hingga menit akhir pertandingan. Peluang terbaik kembali hadir di masa injury time melalui Kenan Yildiz, namun sepakannya hanya membentur tiang gawang.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor imbang 1-1 tetap bertahan. Hasil ini disambut kekecewaan para pendukung Juventus yang berharap tim kesayangannya meraih tiga poin penuh.
Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, seusai pertandingan memberikan pembelaan terhadap Jonathan David.
“Jonathan adalah penendang penalti utama kami. Dia mengambil keputusan yang diyakininya tepat. Ini bukan soal teknik Panenka, tetapi soal eksekusi yang kurang sempurna. Kami menang dan kehilangan poin sebagai sebuah tim,” ujar Spalletti.
Dengan hasil ini, Juventus tertahan di peringkat keempat klasemen Serie A dengan koleksi poin yang membuat mereka terpaut lima angka dari pemuncak klasemen, AC Milan. Sementara itu, Lecce meraih satu poin penting untuk menjauh dari zona degradasi.
Giallorossi kini menempati peringkat ke-16 klasemen Serie A dengan raihan 17 poin dari 17 pertandingan, unggul lima poin dari zona merah. (R)
Editor
: Nicolas Simanjuntak
beritaTerkait
komentar