Surabaya (buseronline.com) - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir memberikan apresiasi atas progres yang ditunjukkan Timnas Indonesia senior setelah menahan imbang Lebanon tanpa gol dalam laga uji coba di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Senin.
Meski berakhir 0-0, Erick menilai pertandingan ini penting sebagai ajang membangun konsistensi formasi, kepercayaan diri, serta mental bertanding skuad Garuda jelang babak empat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia yang akan digelar Oktober mendatang di Arab Saudi.
“Timnas mampu menekan Lebanon sepanjang pertandingan. Ini menunjukkan formasi yang diterapkan pelatih Patrick Kluivert mulai konsisten, baik saat melawan China Taipei maupun Lebanon. Konsistensi ini penting untuk membentuk identitas permainan yang solid,” ujar Erick seusai laga yang disaksikan sekitar 30 ribu penonton.
Hampir seluruh pemain diturunkan dalam laga tersebut. Erick menilai rotasi itu menjadi langkah strategis pelatih untuk mengevaluasi sekaligus memperluas opsi taktik. “Dengan banyaknya pemain yang diturunkan, pelatih kini memiliki beragam pilihan untuk starting eleven. Ini akan membuat persaingan antar pemain semakin kompetitif dan sehat,” tambahnya.
Sejumlah pemain anyar seperti Miliano Jonathans dan Mauro Zijlstra dipercaya tampil di lini depan. Keduanya silih berganti menciptakan peluang, terutama Miliano yang merepotkan pertahanan Lebanon.
Dari lini tengah, Stefano Lilipaly juga aktif mengkreasi serangan, salah satunya melalui tendangan melengkung di menit ke-57 yang melayang tipis di atas mistar. Namun hingga peluit akhir, gawang Lebanon tetap tak mampu dijebol.
Menurut Erick, Lebanon merupakan lawan yang tepat untuk menguji karakter dan kesiapan mental para pemain. “Para pemain harus belajar menghadapi karakter permainan Timur Tengah yang sering kita temui saat bertanding di Bahrain, Qatar, atau Arab Saudi. Terutama bagi pemain yang baru bergabung, penting untuk memiliki awareness agar tidak mudah terpancing oleh gaya permainan mereka,” tegasnya.
Di luar pertandingan, Erick juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya salah satu suporter Ultras Garuda, Djalu Ariel Fristianto, yang wafat saat mendukung langsung Timnas di stadion.
“Tadi saya mendapat kabar duka itu di tengah pertandingan. Saya haturkan bela sungkawa yang sebesar-besarnya kepada keluarga almarhum yang pasti sangat kehilangan. Insya Allah, saya akan langsung menengok bersama Pemda Jawa Timur dan juga pengprov Surabaya ke keluarga almarhum,” ungkap Erick. (R)
Editor
: Nicolas Simanjuntak
beritaTerkait
komentar