Selasa, 07 April 2026

Erick Thohir Tegaskan Komitmen Bangun Ekosistem Pelatih Sepak Bola Nasional yang Profesional dan Berintegritas

Sabtu, 19 Juli 2025 04:16 WIB
Erick Thohir Tegaskan Komitmen Bangun Ekosistem Pelatih Sepak Bola Nasional yang Profesional dan Berintegritas
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyampaikan sambutan saat membuka National Coaching Conference 2025 di Jakarta International Stadium (JIS), Jumat (18/7/2025).
Jakarta (buseronline.com) - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menegaskan komitmen federasi dalam membangun ekosistem pelatih sepak bola nasional yang kuat, profesional, disiplin, dan menjunjung tinggi integritas.

Hal ini disampaikan Erick saat membuka National Coach Conference 2025 di Jakarta International Stadium (JIS), Jumat. Kegiatan ini digelar oleh PSSI bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan dihadiri sekitar 300 pelatih dari berbagai daerah di Indonesia.

Menurut Erick, konferensi tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat fondasi pelatih sepak bola Indonesia dalam pembinaan pemain secara berkelanjutan.

“Sepak bola Indonesia mengalami banyak terobosan dalam dua tahun terakhir. Prestasi nasional meningkat, pemusatan latihan timnas putra dan putri berjalan baik, dan program pengembangan akar rumput kian tumbuh,” ujar Erick.

Erick menyampaikan bahwa sebagai bagian dari transformasi menyeluruh, PSSI telah resmi mengubah statuta dengan semangat baru: pemain sepak bola Indonesia harus lahir dari akar rumput, bukan hanya dari klub-klub elite di kota besar.

Untuk mendukung hal ini, PSSI meluncurkan Liga 4 sebagai kompetisi berbasis kota dan kabupaten. Juara Liga 4 nantinya akan melaju ke Liga 3 (tingkat provinsi) sebelum akhirnya menuju kompetisi nasional dan profesional.

Dengan potensi lebih dari 12 ribu klub dari 514 kabupaten/kota jika setiap daerah memiliki 25 klub kebutuhan terhadap pelatih sepak bola dipastikan meningkat tajam.

Erick menyebut bahwa Indonesia membutuhkan sedikitnya 36 ribu pelatih untuk menopang ekosistem ini, sementara saat ini baru tersedia sekitar 15 ribu pelatih aktif.

Jumlah ini masih jauh dibandingkan dengan negara-negara maju seperti Jepang.

Dalam kesempatan tersebut, Erick juga mendorong adanya terobosan dari PSSI dan Asosiasi Provinsi (Asprov) untuk mempermudah akses dan menurunkan biaya lisensi pelatih.

Salah satu bentuk dukungan konkret yang diberikan PSSI adalah pemberian dana sebesar Rp500 juta per tahun kepada setiap Asprov.

“Profesi pelatih sangat diperlukan dan proses pembinaannya tidak bisa instan. Ekosistem ini sedang kita bangun dan pelatih harus menjadi bagian dari transformasi itu,” tegas Erick.

Lebih lanjut, Erick memberikan penekanan khusus pada pentingnya menjunjung integritas dalam proses pembinaan.

“Kita tolak praktik ‘titipan’, baik di posisi pelatih maupun pemain. Beri kesempatan kepada semua anak untuk berkembang. Jadi, PSSI dan Asprov jangan akomodir pelatih titipan. Pelatih juga jangan menerima pemain titipan. Itu ekosistem yang harus kita bangun bersama,” pungkasnya.

Melalui konferensi ini, PSSI menegaskan komitmennya membangun sistem pembinaan sepak bola yang merata, inklusif, dan berstandar tinggi, sebagai fondasi utama menuju prestasi sepak bola Indonesia yang lebih gemilang di masa depan. (R)
Editor
: Nicolas Simanjuntak
Tags
beritaTerkait
Pertama di Indonesia, Sumut Luncurkan Sistem Pendaftaran Bisnis Berbasis SDGs
Menuju Swasembada Pangan, Jateng Terus Tancap Gas dengan Strategi Nyata
Dekranasda Jateng Gandeng Kemenlu untuk Dorong Promosi Produk Ekraf ke Pasar Global
Monaco Bungkam Marseille 2-1, Catat Tujuh Kemenangan Beruntun
Real Oviedo Raih Kemenangan Penting, Tundukkan Sevilla 1-0 di La Liga
Timnas Futsal Indonesia Bantai Brunei 7-0 di Laga Pembuka Piala AFF Futsal 2026
komentar
beritaTerbaru