Minggu, 12 April 2026

Timnas Indonesia Dibantai Jepang 6-0 di Laga Terakhir Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia

Rabu, 11 Juni 2025 04:05 WIB
Timnas Indonesia Dibantai Jepang 6-0 di Laga Terakhir Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia
Timnas Jepang merayakan gol Takefusa Kubo ke gawang Timnas Indonesia, Selasa (10/6/2025).
Jakarta (buseronline.com) - Langkah Timnas Indonesia di babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia ditutup dengan kekalahan telak.

Menghadapi tuan rumah Jepang di laga pamungkas Grup C, Skuad Garuda tak kuasa membendung gempuran The Samurai Blue dan harus menyerah dengan skor mencolok 6-0.

Bermain di hadapan pendukung sendiri, Jepang langsung tampil menekan sejak menit awal.

Tim asuhan Hajime Moriyasu mendominasi jalannya laga dan membuat Indonesia kesulitan keluar dari tekanan.

Hasilnya, Jepang membuka keunggulan di menit ke-15 lewat sundulan Daichi Kamada. Hanya empat menit berselang, giliran Takefusa Kubo menggandakan keunggulan tuan rumah.

Petaka berlanjut bagi Indonesia ketika Kevin Diks harus ditarik keluar karena cedera di menit ke-27. Penggantinya, Yakob Sayuri, juga mengalami cedera dan digantikan Marselino Ferdinan.

Sebelum babak pertama usai, Kamada mencetak gol keduanya memanfaatkan assist dari Kubo, membuat Jepang unggul 3-0 hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Jepang tetap tampil agresif. Gol demi gol terus mengalir ke gawang Emil Audero. Ryoya Morishita mencetak gol keempat di menit ke-55, disusul Shuto Machino tiga menit kemudian.

Mao Hosoya melengkapi pesta gol Jepang pada menit ke-80, menutup pertandingan dengan skor 6-0.

Dengan hasil ini, Jepang kokoh di puncak klasemen Grup C dengan 23 poin, sementara Indonesia tetap berada di peringkat keempat dengan 12 poin dan dipastikan gagal melaju ke fase berikutnya.

Kekalahan telak ini menjadi pukulan telak bagi Timnas Indonesia dan pelatih Patrick Kluivert.

Selain menunjukkan masih jauhnya jarak kualitas antara Indonesia dan tim-tim elite Asia, laga ini juga menyoroti lemahnya pertahanan, buruknya transisi permainan, serta minimnya kedalaman skuad saat menghadapi tekanan intensitas tinggi.

Meski demikian, capaian hingga babak ketiga tetap menjadi pencapaian bersejarah bagi sepak bola Indonesia.

Ke depan, dibutuhkan evaluasi menyeluruh dan pembenahan dari segi pembinaan, taktik, hingga fisik untuk dapat bersaing lebih kompetitif di level Asia. (R)
Editor
: Nicolas Simanjuntak
beritaTerkait
RSUP Fatmawati Sukses Lakukan Transplantasi Hati Ketiga, Perkuat Kemandirian Layanan Medis
Kolaborasi Multipihak Dorong Peningkatan Literasi dan Numerasi Nasional
Kemendikdasmen Genjot Sertifikasi Kompetensi dan Bahasa Asing untuk Siswa SMK
Kemendikdasmen Luncurkan Bug Bounty 2026 untuk Perkuat Keamanan Siber Pendidikan
Pj Sekda Sumut Tekankan Peran Generasi Muda dalam Perayaan Paskah MPK Sumut-Aceh
Kepatuhan LHKPN DPRD Rendah, KPK Peringatkan Ancaman terhadap Kepercayaan Publik
komentar
beritaTerbaru