Sabtu, 18 April 2026

Simon Tahamata Resmi Ditunjuk PSSI Sebagai Kepala Pemandu Bakat Timnas Indonesia

Sabtu, 24 Mei 2025 04:11 WIB
Simon Tahamata Resmi Ditunjuk PSSI Sebagai Kepala Pemandu Bakat Timnas Indonesia
Simon Tahamata resmi diperkenalkan sebagai Kepala Pemandu Bakat Timnas Indonesia oleh PSSI.
Jakarta (buseronline.com) - PSSI resmi menunjuk legenda sepak bola Belanda berdarah Maluku, Simon Melkianus Tahamata, sebagai Kepala Pemandu Bakat (Head of Scouting) sepak bola nasional.

Penunjukan ini menjadi bagian dari langkah strategis PSSI dalam memperkuat fondasi pengembangan pemain nasional menuju Piala Dunia 2026 dan kompetisi internasional lainnya.

Dalam perannya, Simon Tahamata akan bertanggung jawab mengidentifikasi serta merekrut talenta potensial dari dalam negeri maupun diaspora Indonesia, khususnya yang berada di Belanda.

Ia akan bekerja erat dengan pelatih kepala Timnas Indonesia Patrick Kluivert, serta staf teknis lainnya seperti Gerald Vanenburg dan Nova Arianto, guna menjamin keberlanjutan kualitas tim nasional.

“Kami sangat antusias menyambut Simon Tahamata dalam keluarga besar PSSI. Pengalaman dan keahliannya dalam pengembangan pemain muda akan menjadi aset berharga dalam perjalanan kami menuju panggung dunia,” ujar Ketua Umum PSSI Erick Thohir, dalam keterangan resminya.

Simon Tahamata sendiri menyampaikan antusiasmenya. “Pertama, terima kasih atas semua pesan yang baik yang saya terima. Saya menantikan untuk bekerja bersama coach Patrick Kluivert dan staf teknis lainnya di Indonesia,” ucapnya.

Profil Singkat Simon Tahamata

Nama lengkap: Simon Melkianus Tahamata

Tanggal lahir: 26 Mei 1956

Tempat lahir: Vught, Belanda

Tinggi: 1,64 meter

Keturunan: Maluku-Indonesia

Karier Pemain

Tahamata mengawali karier junior di klub TSV Theole, kemudian menimba ilmu di akademi Ajax Amsterdam. Ia promosi ke tim utama Ajax pada 1976 dan menjadi bagian dari era keemasan klub tersebut dengan meraih tiga gelar Liga Belanda dan satu Piala KNVB.

Ia melanjutkan karier ke klub Belgia Standard Liege, di mana ia mencatat 40 gol dari 129 laga dan turut membawa tim tersebut meraih dua gelar Liga Belgia serta satu Piala Belgia.

Ia juga membawa Liege ke final Piala Eropa II dan meraih gelar Man of the Season di Liga Belgia.

Kariernya berlanjut bersama Feyenoord, Beerschot, hingga Germinal Ekeren, dan pensiun pada tahun 1996.

Di level internasional, Tahamata mencatat 22 caps dan 2 gol bersama Timnas Belanda antara 1979 hingga 1986.

Karier Pelatih dan Akademi

Usai gantung sepatu, Tahamata fokus membina talenta muda. Ia pernah menjadi pelatih akademi di Standard Liege, Beerschot, Ajax Amsterdam, dan Al Ahli (Arab Saudi). Sejak 2015, ia juga mendirikan Simon Tahamata Soccer Academy.

Penghormatan dari Ajax Amsterdam

Pada 3 Maret 2024 lalu, Ajax Amsterdam memberikan penghormatan spesial kepada Tahamata di Johan Cruyff Arena.

Ia mendapat sambutan hangat dari ribuan fans Ajax dan ditampilkan spanduk besar bertuliskan, “Oom Simon, Terima Kasih,” sebuah momen yang membuatnya tampak haru.

Siap Bertugas di Indonesia

Simon Tahamata dijadwalkan tiba di Indonesia pada akhir Mei 2025 dan langsung akan bergabung dengan tim teknis PSSI untuk menjalankan tugasnya sebagai Kepala Pemandu Bakat.

Penunjukan ini menandai era baru dalam strategi pembinaan pemain muda nasional, sekaligus memperkuat hubungan talenta diaspora dengan tanah air. (R)
Editor
: Nicolas Simanjuntak
beritaTerkait
Realisasi PAD Medan Capai 19,91 Persen, Wali Kota Tekankan Optimalisasi Pajak
Wakil Bupati Taput Hadiri Wisuda XII IAKN Tarutung, Dorong Lulusan Terapkan Prinsip 3B
Bupati Taput Dorong Peran APBD dalam Pengembangan Pariwisata di Forum APKASI
Kemensos-PB INKANAS Teken MoU, Perkuat Pendidikan Karakter Generasi Muda
Airin Rico Waas Pastikan Dekranas Mall Medan Siap Jadi Etalase UMKM
Revitalisasi 16 Ribu Sekolah, SD Negeri Tando NTT Jadi Prioritas 2026
komentar
beritaTerbaru