Kontroversi semakin berkembang setelah penasihat senior
FIFA Carlos Cordeiro mengundurkan diri. Cordeiro sebelumnya mendorong pejabat senior
FIFA lainnya untuk berani menyampaikan keberatan terhadap rencana tersebut.
Tekanan dari berbagai pihak akhirnya membuat Infantino membatalkan proyek
FIFA Forward Enterprise. Ancaman boikot dari 55 asosiasi anggota UEFA turut memperbesar tekanan terhadap
FIFA. Penolakan tersebut membuat proyek penjualan saham privat atas sejumlah kompetisi
FIFA tidak dapat dilanjutkan.
Pemecatan Lamour menjadi persoalan terbaru yang menambah tekanan terhadap kepemimpinan Infantino setelah Piala Dunia 2026. UEFA dan Concacaf disebut mulai mengambil jarak dari FIFA dan Infantino.
Kondisi tersebut berpotensi menjadi tantangan bagi Infantino yang berencana mempertahankan jabatannya dalam pemilihan Presiden
FIFA pada Maret 2027.
Tekanan juga meningkat setelah muncul surat bocor yang mempertanyakan kelayakan Infantino untuk kembali maju dalam pemilihan tersebut.
Dengan proyek
FIFA Forward Enterprise telah dihentikan dan sejumlah pejabat senior meninggalkan
FIFA, dinamika internal organisasi sepak bola dunia itu diperkirakan masih akan menjadi perhatian dalam beberapa bulan ke depan. (R)
beritaTerkait
komentar