Rabu, 12 Agustus 2026

Timnas Soft Tennis Indonesia Matangkan Persiapan Menuju Asian Games Nagoya 2026

Rabu, 12 Agustus 2026 08:25 WIB
Timnas Soft Tennis Indonesia Matangkan Persiapan Menuju Asian Games Nagoya 2026
Manajer Tim Soft Tennis Indonesia untuk Asian Games Nagoya 2026, Ferly Montolalu.

Jakarta (buseronline.com) - Timnas Soft Tennis Indonesia terus mematangkan persiapan menghadapi Asian Games Nagoya-Aichi 2026. Memasuki bulan kelima pemusatan latihan nasional (pelatnas), tujuh atlet Merah Putih kini difokuskan untuk mencapai performa terbaik sebelum bertolak ke Jepang.

Pelatnas telah dimulai sejak Maret 2026. Selain pematangan teknik, fisik, dan mental, tim juga telah menjalani uji coba internasional di Korea Selatan sebagai bagian dari persiapan menghadapi persaingan di level Asia.

Manajer Tim Soft Tennis Indonesia untuk Asian Games Nagoya 2026, Ferly Montolalu, mengatakan persiapan sejauh ini berjalan dengan baik. Tim dijadwalkan berangkat ke Jepang pada 15 September 2026.

"Kami mulai persiapan sejak bulan Maret dan sudah berjalan sekitar lima bulan sampai Agustus ini. Kami akan berangkat ke Asian Games pada 15 September 2026," ujar Ferly.

Uji coba di Korea Selatan menjadi salah satu bagian penting dari persiapan. Indonesia mengikuti dua turnamen internasional dan berhasil meraih tiga medali perunggu melalui nomor tunggal putri, ganda putri, dan ganda campuran.

Hasil tersebut sekaligus memberikan gambaran mengenai kekuatan calon lawan yang akan dihadapi Indonesia di Asian Games. Jepang, Korea Selatan, dan China Taipei masih menjadi tiga negara yang dinilai memiliki kekuatan dominan di cabang soft tennis Asia.

"Dari try out di Korea, kami sudah mendapatkan gambaran calon lawan yang akan dihadapi di Asian Games. Jepang, Korea, dan China Taipei masih menjadi negara yang cukup dominan di cabang soft tennis," kata Ferly.

Pelatih putri Gularso Mulyadi menilai persiapan para atlet saat ini telah mencapai sekitar 80 persen dari kondisi ideal. Dengan waktu sekitar satu bulan sebelum keberangkatan, tim pelatih akan fokus menyempurnakan detail permainan.

"Kalau saya lihat, persiapan mereka sekarang sudah sekitar 80 persen. Dengan sisa waktu kurang lebih satu bulan, kami akan memaksimalkan detail-detail pukulan agar permainan mereka semakin sempurna," ujar Gularso.

Indonesia akan tampil di lima nomor pertandingan, yakni tunggal putra, ganda putra, tunggal putri, ganda putri, dan ganda campuran.

Dari tujuh atlet yang dibawa, terdiri dari lima putra dan dua putri, Indonesia menargetkan tiga medali, yaitu dua medali perak dan satu medali perunggu.

Target tersebut diharapkan dapat diwujudkan melalui nomor beregu putra, ganda campuran, dan tunggal putri.

Gularso menilai target dua medali perak masih realistis. Namun, ia tidak menutup kemungkinan Indonesia mampu meraih hasil lebih tinggi jika para atlet tampil dalam performa terbaik.

"Target dua perak itu realistis. Tetapi bukan tidak mungkin kalau nanti kami bisa mendapatkan emas," katanya.

Sementara itu, atlet tunggal putra Tio Juliandi Hutauruk memastikan dirinya bersama rekan-rekannya telah menjalani persiapan secara maksimal.

Dengan tidak adanya turnamen lain sebelum Asian Games, para atlet kini memiliki kesempatan untuk memaksimalkan latihan dan meningkatkan kualitas permainan.

"Persiapan Asian Games ini sudah kami lakukan dengan matang. Latihan juga kami maksimalkan dan kebutuhan selama pelatnas cukup. Karena sudah tidak ada turnamen lagi, sekarang kami fokus memaksimalkan latihan," ujar Tio.

Tio juga memilih untuk tidak terlalu terbebani dengan target medali. Baginya, hal terpenting adalah mampu memberikan penampilan terbaik saat membela Indonesia di Nagoya.

"Sebagai atlet tentu kami ingin memberikan hasil yang terbaik untuk Asian Games ini. Apa pun hasilnya, perunggu, perak, atau emas, yang terpenting kami bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia," tuturnya.

Persiapan kontingen tidak hanya menyangkut aspek teknis. Tim Chef de Mission (CdM) Asian Games Nagoya 2026 juga memastikan kebutuhan nonteknis atlet dan ofisial terpenuhi.

Vice CdM Asian Games Nagoya 2026, Harry Warganegara, mengunjungi Pelatnas Soft Tennis Indonesia di Wisma Antam, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (11/8/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kesiapan atlet sekaligus memastikan kebutuhan nonteknis menjelang keberangkatan ke Jepang.

"Untuk hal-hal teknis, khususnya seperti yang ada di soft tennis ini, kami serahkan kepada cabang olahraga, pengurus, dan pelatih. Tugas kami lebih kepada memastikan kebutuhan nonteknis atlet dan ofisial dapat terpenuhi dengan baik," jelas Harry.

Dengan waktu persiapan yang tersisa sekitar satu bulan, Timnas Soft Tennis Indonesia kini memasuki tahap akhir pemantapan. Penyempurnaan teknik, menjaga kondisi fisik dan mental, serta memaksimalkan pengalaman dari uji coba internasional menjadi modal Indonesia untuk menghadapi persaingan ketat di Asian Games Nagoya-Aichi 2026. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Bayern Muenchen Awali Tur Asia dengan Kemenangan 2-1 atas Jeju SK
Sumut Bersiap Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Voli Putri Asia U-20 2027
Pemkab Garut Terima Bantuan Dua Unit Portable USG Senilai Rp400 Juta
Pertamina Borong Tiga Penghargaan Internasional di SSOW Impact Awards AustralAsia 2026
Korps Brimob Polri Terima Piagam Penghargaan Rekor Asia Terjun Payung dari PB FASI
Peringatan KAA 2026 di Bandung Hadirkan 26 Delegasi Negara, Dongkrak Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
komentar
beritaTerbaru