Menurutnya, filosofi tersebut membutuhkan keseimbangan yang lebih baik, terutama dalam transisi bertahan agar tim tidak mudah dihukum melalui serangan balik lawan.
"Tim ini ingin menyerang. Kami ingin mengirim banyak pemain ke depan. Kami tidak ingin menjadi tim yang hanya bertahan di area sendiri dan mengandalkan serangan balik. Kami harus belajar kapan harus memiliki pertahanan transisi yang baik dan bagaimana mengelola pertandingan dengan lebih baik," ujarnya.
Herdman juga mengingatkan bahwa skuad yang dimilikinya masih dalam proses pembentukan. Ia menyebut para pemain baru beberapa kali bermain bersama sehingga masih membutuhkan waktu untuk mencapai performa terbaik.
Karena itu, ia meminta seluruh pemain menjadikan kekalahan dari
Vietnam sebagai pelajaran untuk bangkit saat menghadapi Singapura.
"Kami harus menerima kekalahan ini, belajar dari kesalahan, tetap bersatu, dan menunjukkan respons yang lebih baik pada pertandingan berikutnya," kata Herdman. (R)
beritaTerkait
komentar