Sabtu, 16 Mei 2026

RS Kardiologi Emirates Indonesia Resmi Layani Pasien BPJS Kesehatan

Sabtu, 16 Mei 2026 18:00 WIB
RS Kardiologi Emirates Indonesia Resmi Layani Pasien BPJS Kesehatan
Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono resmi meluncurkan integrasi layanan BPJS Kesehatan di RS KEI, Surakarta, Rabu (13/5/2026).

Surakarta (buseronline.com) - Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono resmi meluncurkan integrasi layanan BPJS Kesehatan di Rumah Sakit Kardiologi Emirates Indonesia (RS KEI), Surakarta, Rabu.

Dilansir dari laman Kemkes, dengan integrasi tersebut, layanan jantung berstandar internasional di RS KEI kini dapat diakses oleh seluruh peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Dalam sambutannya yang disampaikan secara daring, Dante menyebut integrasi layanan ini menjadi tonggak penting dalam penguatan sistem kesehatan nasional, khususnya dalam penanganan penyakit katastropik seperti penyakit jantung.

Ia mengibaratkan rumah sakit sebagai organ vital, sementara BPJS Kesehatan menjadi aliran darah yang menopang keberlangsungan pelayanan kesehatan. "Tanpa skema pembiayaan yang kuat, teknologi medis secanggih apa pun hanya akan menjadi statis," ujar Dante.

Menurut data Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME), lebih dari 600 ribu kematian di Indonesia setiap tahun disebabkan oleh penyakit kardiovaskular. Angka tersebut menunjukkan satu dari tiga kematian di Indonesia berasal dari penyakit jantung dan pembuluh darah.

Sejak diresmikan pada November 2025, RS KEI yang merupakan rumah sakit khusus jantung kelas A telah melayani sebanyak 1.053 pasien dan meraih Akreditasi Paripurna.

Rumah sakit ini dilengkapi teknologi medis modern seperti cathlab, hybrid operating theater, CT scan, hingga MRI untuk menangani prosedur kompleks, termasuk penggantian katup mitral jantung.

"Hari ini, fasilitas berstandar tinggi ini bukan lagi kemewahan yang sulit dijangkau, melainkan hak yang bisa diakses seluruh masyarakat," tambahnya.

Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan, Abdi Kurniawan menilai kehadiran RS KEI sangat strategis dalam mempercepat penanganan pasien jantung sekaligus memutus hambatan geografis layanan kesehatan.

"Dalam penanganan jantung, setiap detik sangat berharga. Konsep golden period tidak boleh hanya menjadi teori medis, tetapi harus menjadi standar operasional," kata Abdi.

Ia juga menyampaikan empat pesan strategis kepada manajemen rumah sakit, yakni transformasi mutu layanan, digitalisasi pelayanan yang seamless, penguatan jejaring rujukan, serta pelayanan yang humanis.

RS KEI dibangun melalui hibah Pemerintah Uni Emirat Arab melalui Zayed Humanitarian Legacy Initiative. Rumah sakit berkapasitas 100 tempat tidur itu diresmikan Presiden Prabowo Subianto bersama Sheikh Theyab bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan pada 19 November 2025.

Saat ini, Kementerian Kesehatan menugaskan RSUP Dr. Sardjito untuk mendampingi operasional RS KEI guna menjaga mutu pelayanan. Rumah sakit tersebut juga diproyeksikan menjadi pusat rujukan layanan jantung bagi wilayah Jawa Tengah, DIY, dan sekitarnya.

Pemerintah berharap integrasi layanan JKN di RS KEI mampu memperluas akses layanan kesehatan berkualitas tinggi sekaligus menekan angka kematian akibat penyakit kardiovaskular di Indonesia. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Gubernur Sumut Minta BPJS Kesehatan Tingkatkan Layanan, Tegaskan Probis Jadi Prioritas
KPK Ingatkan Bahaya Gratifikasi Berkedok Ucapan Terima Kasih
BPJS Kesehatan Tegaskan Bayi Baru Lahir Wajib Didaftarkan dalam 28 Hari, Bantah Kabar Otomatis Jadi Peserta JKN
BPJS Kesehatan Kredensial Layanan Cath Lab di RSUD dr R Soetrasno Rembang
Wagub Jateng Berbaur Akrab dengan Penyandang Disabilitas
UEA Dukung Pasokan Medis RS Kardiologi Solo, Kerja Sama Bilateral Kian Erat
komentar
beritaTerbaru