Jumat, 15 Mei 2026

Gus Yasin Jenguk Korban Atap Roboh Sekolah di Sragen

Jumat, 15 Mei 2026 16:35 WIB
Gus Yasin Jenguk Korban Atap Roboh Sekolah di Sragen
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menjenguk para korban robohnya atap ruang kelas di MTs Muhammadiyah 4 Bulu yang sedang menjalani perawatan di RSUD dr Soehadi Prijonegoro, Kamis (14/5/2026).

Sragen (buseronline.com) - Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menjenguk para korban robohnya atap ruang kelas di MTs Muhammadiyah 4 Bulu yang sedang menjalani perawatan di RSUD dr Soehadi Prijonegoro, Kamis.

Kedatangan tokoh yang akrab disapa Gus Yasin itu untuk memastikan kondisi para korban serta memberikan dukungan moral agar para siswa tetap semangat kembali bersekolah pascakejadian.

Di ruang perawatan, Gus Yasin menyapa para siswa satu per satu. Suasana hangat terlihat saat ia mengajak para korban berbincang santai. Canda dan tawa pun sesekali terdengar untuk membantu memulihkan trauma anak-anak akibat insiden tersebut.

"Masih berani sekolah to?" tanya Gus Yasin kepada salah seorang siswa korban. "Berani, Pak," jawab Juna singkat.

Peristiwa robohnya atap ruang kelas di MTs Muhammadiyah 4 Bulu terjadi, Selasa (12/5/2026) sekitar pukul 07.30 WIB saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Akibat kejadian itu, tujuh siswa dan satu guru mengalami luka-luka dan langsung mendapatkan penanganan medis.

Hingga Kamis (14/5/2026), lima siswa masih menjalani perawatan di RSUD dr Soehadi Prijonegoro, satu siswa dirawat di RSI Amal Sehat, sedangkan dua korban lainnya telah diperbolehkan pulang.

"Alhamdulillah, kondisinya sudah membaik. Yang penting sekarang pemulihan traumanya, dan kami pastikan mereka tetap bisa sekolah lagi. Yang penting anak-anak tetap mau sekolah," ujar Gus Yasin.

Dalam kesempatan itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Baznas turut menyalurkan bantuan kepada para korban.

Kepala MTs Muhammadiyah 4 Bulu, Mualif mengatakan atap ruang kelas roboh secara tiba-tiba tanpa tanda-tanda sebelumnya. Saat kejadian, proses pembelajaran sedang berlangsung di dalam kelas.

"Tidak ada tanda apa-apa. Saat jam pelajaran berlangsung tiba-tiba langsung roboh. Anak-anak yang berada di bagian belakang sempat kesulitan keluar," katanya.

Mualif menjelaskan, saat insiden terjadi terdapat 12 siswa dan seorang guru di dalam kelas. Beruntung, sebagian siswa berada di dekat tembok sehingga tidak langsung tertimpa reruntuhan bangunan. "Satu siswa yang dirawat di RSI Amal Sehat mengalami patah kaki dan sudah menjalani operasi," ujarnya. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru