Rabu, 13 Mei 2026

Menkes Budi Tegaskan Digitalisasi Jadi Kunci Reformasi Kesehatan Nasional

Rabu, 13 Mei 2026 09:55 WIB
Menkes Budi Tegaskan Digitalisasi Jadi Kunci Reformasi Kesehatan Nasional
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin saat menghadiri pertemuan AeHIN di Jakarta Marriott Hotel, Senin (11/5/2026).

Jakarta (buseronline.com) - Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa transformasi digital merupakan langkah yang tidak bisa ditawar dalam memperkuat sistem kesehatan nasional.

Dilansir dari laman Kemkes, integrasi layanan kesehatan dinilai menjadi kunci utama untuk menghadirkan pelayanan yang adil dan merata bagi 280 juta penduduk Indonesia yang tersebar di ribuan wilayah.

Pernyataan tersebut disampaikan Menkes Budi saat menghadiri pertemuan Asia eHealth Information Network (AeHIN) di Jakarta Marriott Hotel, Senin.

Menurut Menkes, pengalaman menghadapi pandemi COVID-19 pada 2020-2021 menjadi titik balik penting bagi Kementerian Kesehatan dalam mempercepat digitalisasi layanan kesehatan.

Sistem manual yang terfragmentasi saat itu dinilai menjadi hambatan besar dalam pelayanan maupun pengambilan keputusan.

Karena itu, Kementerian Kesehatan kini memperkuat platform SATUSEHAT sebagai tulang punggung interoperabilitas nasional. Platform tersebut menghubungkan rumah sakit, puskesmas, laboratorium, hingga apotek dalam satu ekosistem kesehatan digital.

"Tanpa digitalisasi, mustahil menghadirkan layanan yang aksesibel, bermutu, dan terjangkau bagi 280 juta rakyat. Kami sedang membangun basis data kependudukan, klinis, hingga genomik untuk mendukung kebijakan berbasis bukti," ujar Menkes Budi.

Selain mengintegrasikan jutaan Rekam Medis Elektronik (RME) ke dalam government cloud, Kemenkes juga mulai memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung pengambilan keputusan klinis, surveilans penyakit, hingga efisiensi operasional layanan kesehatan.

Menkes Budi menjelaskan, AI akan digunakan untuk memperkuat deteksi dini dan prediksi wabah secara real-time. Namun, implementasinya tetap berada di bawah pengawasan Komite AI Kemenkes melalui kerangka ELSI (Ethical, Legal, and Social Implications) guna memastikan aspek etika, hukum, dan keamanan data tetap terjaga.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan, Setiaji, menyatakan dukungannya terhadap transformasi digital di sektor kesehatan. Meski demikian, ia mengingatkan agar teknologi tetap mengedepankan nilai kemanusiaan.

"Tolok ukur inovasi bukan pada kecanggihan algoritma, melainkan pada dampak nyata terhadap kepercayaan dan inklusi masyarakat. Kami memastikan teknologi memperkuat, bukan menggantikan, empati dan penilaian manusia dalam pelayanan kesehatan," kata Setiaji.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Menkes Instruksikan Revisi Regulasi Internsip Kedokteran, Berlaku Mulai Mei 2026
Kemenkes RI Ingatkan Bahaya Obesitas bagi Kesehatan Masyarakat
Wamenkes Dorong Penguatan Layanan Kesehatan Syariah yang Holistik
Kemenkes Benahi Total Program Internsip Dokter
Pemerintah Dorong Kemandirian Farmasi, MPI Bangun Fasilitas Produksi Rp404 Miliar di Cakung
Pemerintah Luncurkan Konsorsium 1.000 HPK, Targetkan Penurunan Drastis Kematian Ibu dan Bayi
komentar
beritaTerbaru