Senin, 13 April 2026

Kemenkes Mulai Imunisasi MR untuk Tenaga Kesehatan di Seluruh Indonesia

Senin, 13 April 2026 15:44 WIB
Kemenkes Mulai Imunisasi MR untuk Tenaga Kesehatan di Seluruh Indonesia
Kemenkes resmi memulai program imunisasi MR bagi tenaga medis, tenaga kesehatan, serta dokter internship sebagai upaya melindungi kelompok berisiko tinggi dan memutus rantai penularan campak di fasilitas layanan kesehatan.

Jakarta (buseronline.com) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) resmi memulai program imunisasi Measles-Rubella (MR) bagi tenaga medis, tenaga kesehatan, serta dokter internship sebagai upaya melindungi kelompok berisiko tinggi dan memutus rantai penularan campak di fasilitas layanan kesehatan.

Dilansir dari laman Kemkes, Plt Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, dr Andi Saguni mengatakan program ini menyasar 39.212 tenaga medis dan 223.150 tenaga kesehatan di 14 provinsi dengan kasus campak tertinggi.

Selain itu, sebanyak 28.321 dokter umum dan dokter gigi internship di seluruh Indonesia juga menjadi target. "Imunisasi MR ini diharapkan dapat melindungi tenaga kesehatan sekaligus membantu penanggulangan kasus campak di Indonesia," ujarnya dalam jumpa pers daring, Jumat.

Baca Juga: Kemenkes Prioritaskan Vaksinasi Campak bagi Nakes Usai Perluasan Indikasi untuk Dewasa

Data surveilans Kemenkes menunjukkan tren kasus campak nasional mengalami penurunan signifikan, dari 2.220 kasus pada minggu pertama tahun 2026 menjadi 195 kasus pada minggu ke-13.

Meski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan, terutama di sejumlah provinsi dengan kasus tinggi seperti Aceh, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Nusa Tenggara Barat.

Kemenkes juga terus mendorong capaian Outbreak Response Immunization (ORI) di daerah terdampak. Hingga 9 April 2026, Kota Depok telah mencapai cakupan 100 persen, disusul Kabupaten Bima (80,8 persen) dan Kota Palembang (60,9 persen).

Pelaksanaan imunisasi MR dimulai serentak pada 10 April 2026 di rumah sakit masing-masing dengan dosis 0,5 ml secara subkutan.

Pemberian vaksin disesuaikan dengan riwayat imunisasi sebelumnya, mulai dari tidak perlu vaksin ulang hingga pemberian dua dosis dengan interval minimal 28 hari bagi yang belum pernah imunisasi.

Kick-off program ini digelar di enam rumah sakit perwakilan di berbagai daerah. Salah satunya RS Adam Malik di Medan yang menargetkan 160 tenaga kesehatan menerima vaksin pada hari pertama.

Direktur Utama RS Adam Malik, dr Zainal Safri menyatakan program ini penting untuk mencegah kasus campak pada orang dewasa, khususnya tenaga kesehatan.

Sementara itu, RSUP Dr Mohammad Hoesin Palembang menyiapkan layanan bagi 100 tenaga kesehatan agar tetap dapat bekerja optimal tanpa rasa khawatir.

Di Jakarta, RSPI Prof Dr Sulianti Saroso melaporkan peningkatan kasus campak signifikan, dengan hampir 70 pasien tercatat hingga April 2026. Rumah sakit tersebut berkomitmen mendistribusikan vaksin secara bertahap kepada seluruh karyawan.

Seorang dokter internship di RSUD Kota Bandung, dr Rizky menilai imunisasi ini penting sebagai perlindungan tidak hanya bagi tenaga kesehatan, tetapi juga pasien dan lingkungan kerja. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Mendikdasmen Dorong Murid dan Guru Terapkan Gerakan Indonesia ASRI pada Hari Pertama Sekolah di Depok
Polisi Satwa Polri Edukasi Siswa SLB di Depok Lewat Interaksi Langsung
komentar
beritaTerbaru