Sabtu, 10 Oktober 2026

Waspada Rabies, PMI Belu Perluas Sosialisasi ke Masyarakat

Sabtu, 21 Maret 2026 18:33 WIB
Waspada Rabies, PMI Belu Perluas Sosialisasi ke Masyarakat
Petugas PMI Kabupaten Belu menyerahkan brosur edukasi rabies kepada warga saat kegiatan sosialisasi di wilayah Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota Atambua. (Dok/PMI)
Belu (buseronline.com) - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Belu memperkuat upaya sosialisasi pencegahan rabies kepada masyarakat sebagai bagian dari program Respon Rabies NTT 2026.

Langkah ini dilakukan menyusul insiden gigitan kucing liar yang melukai 11 warga di Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota Atambua, pada Minggu (15/3/2026).

Sehari setelah kejadian, staf dan relawan PMI Kabupaten Belu langsung turun ke lokasi untuk melakukan diseminasi informasi dan edukasi kepada warga di RT 012 hingga RT 015. Relawan membagikan brosur, menjelaskan bahaya rabies, serta memberikan panduan pertolongan pertama apabila terjadi gigitan atau cakaran dari hewan penular rabies (HPR) seperti anjing, kucing, dan kera.

Staf PMI Kabupaten Belu, Bernadus Aquino Aku, menekankan bahwa sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat.

“Kami memberikan edukasi langsung kepada warga terkait rabies, termasuk apa yang harus dilakukan jika terjadi gigitan atau cakaran. Harapannya masyarakat lebih paham dan dapat bertindak cepat,” ujar Bernadus.

Selain sosialisasi, dilansir dari laman PMI, relawan PMI juga mengunjungi para korban untuk memberikan arahan kepada keluarga terkait penanganan rabies dan pentingnya segera mendapatkan layanan kesehatan.

Salah satu korban, Bram, mengaku langsung mendatangi fasilitas kesehatan setelah mendapatkan arahan dari lingkungan setempat.

“Setelah kejadian, saya langsung ke puskesmas untuk mendapatkan pertolongan pertama dan vaksinasi,” kata Bram.

PMI menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih waspada terhadap rabies, termasuk mengandangkan hewan peliharaan dan melakukan vaksinasi HPR secara rutin.

Program sosialisasi ini telah berjalan sejak Januari 2026 dan akan dilaksanakan di 10 desa/kelurahan di Kabupaten Belu, dengan target menjangkau ratusan warga. Secara paralel, Dinas Peternakan Kabupaten Belu juga menggelar vaksinasi hewan penular rabies secara serentak di wilayah terdampak.

Dengan langkah-langkah ini, PMI berharap masyarakat semakin tanggap dan peka terhadap risiko rabies, sehingga insiden serupa dapat diminimalkan di masa mendatang. (R)
Editor
: EM Bukit MKes
beritaTerkait
Wabup Lantik 12 Pejabat Pemkab Taput, dr Tiurma Sinaga Kembali Menjadi Kapus Siborong-borong
Gagal Tiga Kali Tak Bikin Mundur, Anak Satpam di Deliserdang Taklukkan Seleksi Taruna AAL
DVI Polri Identifikasi 63 Korban KM Virgo Transport 8, 17 Jenazah Masih Diproses
Siswa SMK Muhammadiyah Sumpiuh Kenali Teknologi Lalu Lintas di NTMC Korlantas Polri
Sumut Kembangkan 9.624 Hektare Bawang Putih, Dorong Swasembada Pangan
RS Bhayangkara Brimob Jalani Survei Akreditasi KARS, Perkuat Komitmen Tingkatkan Mutu Pelayanan
komentar
beritaTerbaru